Breaking News:

Sindir Moeldoko, Hinca: Kalau Main Bola, Jangankan Daftar Pemain, Daftar Cadangan pun Tidak

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan sempat menyindir KSP Moeldoko saat hadir dalam segmen Narasi yang dipandu Najwa Shihab

Editor: Array A Argus
HO
Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat beradu argumen dengan Darmizal, penggagas KLB Demokrat Sibolangit dalam segmen Narasi yang dipandu Najwa Shihab 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Panjaitan sempat beradu argumen dengan Darmizal, penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deliserdang.

Saat hadir dalam segmen Narasi yang dipandu Najwa Shihab, Hinca Panjaitan menyanggah seluruh keterangan Darmizal yang mengatakan bahwa Partai Demokrat elektabilitasnya turun dan hancur.

Baca juga: Bagi-bagi Uang KLB Demokrat, Darmizal Mengaku dan Sebut Sudah Terjadi Sejak Zaman SBY

Bahkan, mantan Sekjen Partai Demokrat itu terlihat geram, karena Darmizal membawa orang luar, yang belakangan dimaksud adalah Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

"Jangan kau perjualbelikan (Partai Demokrat) dengan orang luar dari partai ini. Itu yang kita marah. Kalau ada yang kurang baik di dalam rumah (partai), kita bicara baik-baik. Kenapa Anda bawa orang dari luar," kata Hinca, sebagaimana dikutip dari tayangan Youtube Najwa Shihab, Kamis (11/3/2021).

Untuk mempertegas siapa orang luar yang dimaksud Hinca Panjaitan, Najwa Shihab kembali mengulang pertanyaan. 

Baca juga: Respon Presiden Jokowi Soal Kudeta yang Dilakukan Anak Buahnya di Partai Demokrat

"Orang dari luar maksud Anda," tanya Najwa Shihab.

"KSP Moeldoko. Kan dari awal kami sudah kasih tahu saat konfrensi pers itu, kami dianggap, ah ini baperan, baperan. Sekarang terbukti, dia (Moeldoko) bilang, saya enggak akan terlibat, saya enggak ikut tidak tahu menahu.  Padahal kalau main bola, jangankan daftar pemain, daftar cadangan pun tidak, tiba-tiba ambil piala, bagaimana itu," kata Hinca Panjaitan.

"Itu persoalan kita, etikanya. Karena itu saya di Dewan Kehormatan kepada teman-teman saya katakan, ini telah mengancam kehormatan dan kedaulatan partai. Nah, apa hukumnya, dimana-mana ada hukum organisasi. Karena itu saya katakan, kita tolak semua yang dikatakan Bung Darmizal," kata Hinca.

Baca juga: Pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan: yang Buat Lambang dan Warna Partai Demokrat Bukan SBY!

Dalam kesempatan ini, Darmizal yang sempat mengakui adanya bagi-bagi uang saat KLB Partai Demokrat di Sibolangit juga turut mengkritisi AD/ART Partai Demokrat.

Darmizal mengatakan, wewenang Majelis Tinggi Partai Demokrat terlalu berlebihan. 

Ketua umum, kata dia, seolah-olah suubordinat dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Contoh, sekarang Ketua Majelis Tinggi adalah SBY. Wakil Ketua Majelis Tinggi adalah AHY. Ketua Umum adalah AHY. Wakil Ketua Umum adalah Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono)," kata Darmizal.  

"Apabila Ketua Umum berhalangan secara permanen, maka Ketua Majelis Tinggi akan memilih salah satu Waketum menjadi Ketua Umum (Partai Demokrat). Apabila Ketua Majelis Tinggi berhalangan, maka otomatis, Wakil Ketua Majelis Tinggi akan menjadi Ketua Majelis Tinggi. Sangat tidak demokratis," sambung Darmizal.

Baca juga: Pemerintah Dituding Melakukan Manuver Soal Perpecahan Demokrat, Yassona Minta SBY Jangan Asal Serang

Dia menganggap, ada semacam dinasti politik yang kemudian lahir di Partai Demokrat.

Maka dari itu, Darmizal pun menganggap bahwa perlu dilakukan KLB.(ray/tribun-medan.com) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved