Peresmian Jalan Tol

Tol Marelan-Tanjungmulia Dilengkapi Fasilitas Canggih dan Dianggap Mampu Kurangi Macet di Kota Medan

Tol Marelan-Tanjungmulia sekarang sudah resmi beroperasi dan dianggap mampu mengurangi kemacetan di Kota Medan

Tayang:
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN
Seorang petugas memasang peredam benturan (crash cushion) di percabangan pintu tol keluar Marelan, pada Kamis (11/3/2021). Peredam benturan itu diklaim dapat mengurangi fatalitas kecelakaan.(TRIBUN MEDA/MUSTAQIM) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Tol Marelan-Tanjungmulia pada Kamis (11/3/2021) resmi beroperasi dan dapat dilalui pengguna jalan yang biasa melintas di jalan Tol Medan-Binjai.

Di tol tersebut dilengkapi fasikitas canggih berupa crash cushion (peredam benturan) yang terpasang di setiap percabangan jalan yang ada di kawasan Tol Marelan-Tanjungmulia, termasuk di percabangan pintu gerbang keluar tol Marelan.

Baca juga: Jalan Tol Binjai-Langsa 130,6 Km Ditargetkan Selesai pada 2023

Direktur CV Citra Shandya, Juanda Prastowo menyebutkan peredam benturan tersebut merupakan yang pertama kali terpasang di jalan tol yang pertama ada di Pulau Sumatera.

Sementara untuk jalan tol di Pulau Jawa, beberapa di antaranya sudah terpasang peredam benturan. 

"Crash cushion atau peredam benturan ini meminimalisir fatalitas kecelakaan. Jadi ketika kendaraan nabrak crush cushion ini, nilai benturan akan mendekati nol, sehingga penumpang yang kendaraannya mengalami kecelakaan bisa tidak sampai meninggal," jelas Juanda, Kamis.

Kata Juanda, selain di kawasan Tol Marelan-Tanjungmulia, peredam benturan juga terpasang di sepanjang Tol Medan-Binjai.

Ada 16 titik di jalan tol tersebut terpasang peredam benturan.

Ia berharap, pemasangan peredam benturan ini akan semakin banyak terpasang di sepanjang ruas jalan tol yang ada di Sumut, demi menghindari timbulnya korban jiwa ketika terjadi kecelakaan di kawasan jalan tol.

Baca juga: Alami Kesulitan Pendanaan, Progres Jalan Tol Tebing-Kualatanjung-Parapat Terus Digeber

"Ada 16 titik terpasang dipercabangan atau nose jalan lurus ke arah pintu masuk atau kekuar di sepanjang tol Medan-Binjai," ungkapnya.

Sementara itu, PPK Pengadaan Tanah Balai Besar Jalan Pelaksana I Medan, A Simanjorang mengatakan keberadaan tol ini akan mengurangi kemacetan di Kota Medan.

Sebab, menurutnya, sebelum jalan tol tersebut tersambung, membuat pengendara yang akan menuju Kota Binjai maupun sebaliknya hanya bisa mengakses jalan tol melalui Gerbang Tol Helvetia.

Baca juga: KONDISI TERKINI Jalan Tol yang Amblas karena Curah Hujan yang Tinggi, Perbaikan Butuh 2 Pekan

"Harapannya dengan tersambungnya jalan tol ini, kita berharap bisa mengurangi kemacetan Kota Medan. Cukup signifikan baik dari segi waktu tempuh, terutama dari Medan ke Binjai sangat membantu dari yang biasanya 2 jam, kini hanya 35 menit," kata Simanjorang.

Tol Marelan-Tanjungmulia yang memiliki panjang 4 kilometer resmi dioperasikan oleh PT Hutama Karya pada Kamis, ditandai dengan dibukanya barrier pembatas jalan oleh perwakilan dari PT Hutama Karya, Jasa Marga dan lainnya

Pimpinan Proyek Jalan Tol Medan-Binjai Hutama Karya, Hestu Budi Husodo menyebutkan, beroperasinya Tol Marelan-Tanjungmulia maka pengguna jalan dari Tol Binjai yang akan menuju Belmera (Belawan, Medan, dan Tanjungmorawa), Kualanamu maupun Tebingtinggi bisa melintas langsung tanpa harus keluar tol.

Sejumlah Perwakilan pimpinan dari PT Hutama Karya, PT Jasa Marga dan lainnya saat meresmikan pengoperasian Tol Marelan-Tanjungmulai pada Kamis (11/3/2021).(TRIBUNMEDAN/MUSTAQIM)
Sejumlah Perwakilan pimpinan dari PT Hutama Karya, PT Jasa Marga dan lainnya saat meresmikan pengoperasian Tol Marelan-Tanjungmulai pada Kamis (11/3/2021).(TRIBUNMEDAN/MUSTAQIM) (TRIBUN MEDAN)

"Jalan tol Medan-Binjai sudah bersambungan dengan Jalan Tol Belmera ya. Jadi sesuai dengan pengoperasiannya, semua sudah terintegrasi, semua sudah lengkap peralatannya. Sehingga pengguna jalan Medan-Binjai sudah bisa menyambung dengan Tol Belmera," kata Hestu, Kamis.

Pihaknya pun memprediksi, setelah tol Marelan-Tanjungmulia beroperasi akan terjadi peningkatan volume kendaraan yang melintas sebesar 10-15 persen dari sebelumnya.

Baca juga: Mobil yang Ditumpangi Pejabat Batubara Meledak di Jalan Tol Tebingtinggi

Hestu mengungkapkan, ketika tol Marelan-Tanjungmulia belum beroperasi, diketahui jumlah kendaraan yang melintas di Tol Medan-Binjai ada sebanyak 21.000 unit kendaraan setiap harinya.

"Peningkatan mungkin ada sampai 10 sampai 15 persen dari yg biasanya. Karena biasanya tak bisa langsung ke arah Tebing. Ini sudah bisa ke arah Tebing," ujarnya.(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved