Breaking News:

Dulu Jadi Primadona, Pembayaran QR Code di Pasar Mulai Ditinggal Pembeli Karena Cashbacknya Sedikit

Selain kini cashback tidak lagi berlaku di toko Apuy, dirinya juga dikenakan potongan 0,7 persen dari setiap transaksi menggunakan sistem nontunai

Kartika / Tribun Medan
Pembeli saat melakukan scan QR Code Shopeepay saat membeli sarapan pagi di Pasar Beruang Medan, Jumat (12/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Setahun sudah Pasar Beruang yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Medan ini menerapkan sistem pembayaran nontunai menggunakan QR Code Indonesia Standard (QRIS).

Amatan Tribun-Medan.com, Jumat (12/3/2021) tampak para pedagang turut memajang QRIS di sekitar barang dagangannya.

Apuy, pedagang roti dan kue basah ini sudah menggunakan QRIS sejak setahun terakhir. Baginya, penjualan menggunakan sistem nontunai ini dapat digunakan sebagai tabungan.

"Bermanfaatlah karena di satu sisi kita tidak perlu pakai uang tunai dan bisa jadi tabungan kita," ungkap Apuy. 

Adapun pengguna QR code di Pasar Beruang ini masih didominasi oleh anak muda yang menggunakan HP Android. 

Apuy mengatakan bahwa melonjaknya penjualan mencapai 50 persen sebelum adanya penggunaan sistem nontunai ini. Namun, hal tersebut tak berlangsung lama lantaran sistem cashback yang ditawarkan tidak berlaku lagi. 

"Sekarang sudah tidak ada cashback ya lagi jadi sedikit sekali. Kalau dulu ada dan lumayan besar cashback jadi bisa meningkatkan penjualan. Kalau sekarang yang gunakan anak muda. Kalau untuk usia tua tidak pakai kecuali pas ada cashback ini, mereka pandai tak pandai memaksa untuk pakai. Tapi sekarang karena sudah tidak ada lagi, yang usia tua tidak pakai lagi," ujarnya.

Selain kini cashback tidak lagi berlaku di toko Apuy, dirinya juga dikenakan potongan 0,7 persen dari setiap transaksi menggunakan sistem nontunai tersebut. Berbeda saat awal penggunaan yang tidak dikenakan biaya potongan. 

Terkait hal ini, Apuy juga terkadang enggan untuk menawarkan penggunaan sistem QRIS ini. Ia mengakui bahwa selain kini tak ada lagi cashback untuk menarik pengunjung, ia juga mengalami potongan hasil.

"Sebenarnya kalau marketplace itu kembali menerapkan cashback itu bisa meningkatkan penjualan kita. Jadi QRIS ini sudah jarang digunakan oleh orang karena kalau tidak ada cashback mereka tidak mau pakai, kecuali sebagian orang yang punya OVO Pointnya mereka mau pakai. Ya kita harapkan ada lah diberikan lagi cashback untuk bisa menarik pembeli," kata Apuy.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved