Breaking News:

TRIBUNWIKI

Batu Marompa di Samosir, Konon Katanya Terbentuk karena Kutukan Terhadap Sepasang Kekasih

Namun hal ini berbeda jika dari segi keilmuan. Bisa saja batu ini terbentuk akibat letusan magma Gunung Toba ribuan tahun silam.

TRIBUN MEDAN / Istimewa
Pengunjung berfoto di Batu Marompa yang berada di Desa Tamba Dolok, Kecamatan Sitio-Tio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.      

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Batu Marompa atau yang berarti batu yang menggendong yang berada di Desa Tamba Dolok, Kecamatan Sitio-Tio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, merupakan objek wisata berfoto dengan berlatarbelakangkan pemandangan alam.

Namun siapa sangka, menurut informasi yang dihimpun, Batu Marompa, konon katanya terbentuk akibat kutukan alam.

Dahulunya menurut cerita warga sekitar, ada sepasang kekasih yang memiliki hubungan satu marga. Sementara itu, dalam suku Batak, dilarang sepasang kasih satu marga menjalin hubungan.

"itu sih cerita dari penduduk sekitaran sini. Karena tak peduli dengan perkataan orangtua, akhirnya kedua pasangan ini jadi batu. Dan julukan batu ini pun, katanya penduduk sekitar yang memberinya," ucap Darwin pengunjung asal Kota Medan, Minggu (14/3/2021).

Namun hal ini berbeda jika dari segi keilmuan.

Bisa saja batu ini terbentuk akibat letusan magma GunungToba ribuan tahun silam di seputaran Desa Tamba Dolok.

Baca juga: TRIBUN-MEDAN-WIKI, Jalan Tol Binjai Resmi Beroperasi, Berikut Tarif Sesuai Golongan dan Jarak Tempuh

"Memang tujuan utama pengunjung yang datang ke lokasi hanya untuk berfoto di atas Batu Marompa ini. Pemandangan yang luarbiasa makin membuat hasil jepretan menjadi keren," ujar Darwin

Meski hanya batu dan pemandangan, namun suasana yang sejuk kian makin membuat setiap pengunjungnya merasa tenang saat berada di lokasi Batu Marompa.

"Sewaktu kita mau berdiri untuk berfoto, pengunjung agar selalu berhati-hati. Karena di Batu Marompa belum ada pengaman agar tidak terjatuh," ujar Darwin.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung akan terlebih dahulu melakukan tracking atau berjalan kaki sekitar lebih kurang satu jam.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved