Mobil PCR Dinkes Langkat Seharga Rp 2,4 Miliar Rusak Sia-sia, Sempat Beri Hasil Positif ke Polisi

Mobil PCR milik Dinkes Langkat seharga Rp 2,4 miliar rusak sia-sia dan sempat beri hasil tes yang salah

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Array A Argus
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
ILUSTRASI 

TRIBUN-MEDAN.com,STABAT-Mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) tes milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Langkat rusak sia-sia.

Unit seharga Rp 2,4 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 itu rusak sebelum dimanfaatkan untuk beroperasi.

Plt Kadis Kesehatan Langkat dr Juliana mengakui kalau alat PCR tes tersebut rusak.

Baca juga: Ashanty Positif Covid-19, Aurel, Azriel, hingga Arsy Ikut Terpapar, Padahal Seminggu Sekali PCR

Juliana juga mengakui bahwa belum ada pegawai dinas kesehatan yang menjalani training penggunaan alat. 

"Jadi rusaknya sebelum saya menjabat sebagai Plt Kadis Kesehatan Langkat. Kami sudah meminta penggantian alat kepada vendor, yakni PT Giri dan menyiapkan tujuh orang pegawai dinas kesehatan untuk mengikuti training penggunaan alat," katanya, Senin (15/3/2021).

Informasi diperoleh www.tribun-medan.com, mobil PCR pabrikan Toyota Hi-Ace tahun 2020 itu sempat menerbitkan hasil tes yang tidak akurat dan salah.

Saat personel Polres Langkat melakukan tes swab, mobil tersebut menerbitkan hasil positif.

Baca juga: Resmikan Laboratorium PCR, RS Columbia Sudah Periksa 500 Sampel Pasien

Tak tanggung-tanggung, seluruh personel dinyatakan terpapar Covid-19. 

Karena terdapat keanehan, hasil sewab tes kemudian dibawa ke RSUP Adam Malik Medan.

Dari hasil pemeriksaan ulang, hanya enam polisi saja yang ternyata positif Covid-19. 

"Baru lunas mobilnya itu. Tapi ya gitu lah, sudah rusak," kata sumber di Dinas Kesehatan Pemkab Langkat. 

Informasi diperoleh www.tribun-medan.com,  vendor adalah PT Giri dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Limin Ginting. 

Saat diwawancarai, Limin Ginting mengaku pihaknya sudah meminta ke PT Giri untuk melakukan kalibrasi PCR tes itu sejak pertengahan Februari 2021.

"Karena hasil tak akurat, pada 12 Maret kemarin sudah dipasang di mobil PCR. Hari ini dilaksanakan uji fungsi sekaligus training petugas lab Dinkes," kata Limin.

Pernyataan Limin itu justru bertolak belakang dengan kondisi yang ada.

Pasalnya, mobil Toyota Hi-Ace dengan PCR tes masih parkir di halaman belakang Kantor Dinkes Langkat.(dyk/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved