Breaking News:

Pelaksanaan PON Papua Mulai 2 Oktober 2021, KONI Sumut Bawa 195 Atlet dari 28 Cabang Olahraga

Sebanyak 300 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus berangkat menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Tribun Medan / Sofyan Akbar
Ketua Pelatda PON KONI Sumut Prof Agung Sunarso. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 300 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus berangkat menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Ketua Pelatda PON KONI Sumut, Prof Agung Sunarso menyatakan rincian 300 orang itu yakni 195 atlet, 58 pelatih, 47ofisial. Jadi, total ada 300 orang yang akan berangkat ke Papua pada 2 Oktober 2021.

"195 atlet itu terdiri dari 28 cabang olahraga yang dipertandingkan saat PON Papua," katanya, Senin (15/3/2021).

Jadwal pemberangkatan direncanakan pada seminggu sebelum perhelatan akbar itu. Pengurus KONI Sumut juga perlu memetakan waktu karena empat daerah Papua yang menjadi lokasi pertandingan, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Jadi, pihaknya akan berangkat bersama-sama dan paling banyak sekitar 300 orang yang akan berangkat ke Papua.

Agung juga tengah melobi penginapan untuk memboyong sejumlah jurnalis untuk meliput pertandingan para atlet Sumut. Karena, katanya, kendala yang dihadapi yakni tempat penginapan hanya sesuai kuota.

"50 persen dari jumlah atlet itulah kuota kita untuk official," katanya.

Baca juga: Terpilih Secara Aklamasi, Rizal Ingin Jadikan Kempo Barometer Sumut

Baca juga: Wali Kota Bobby Nasution Diminta Berani Pecat Bawahan yang Tak Becus Bekerja di Kasus Insentif Nakes

Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang sudah ditetapkan akan berlangsung pada tanggal 2 Oktober sampai 15 Oktober 2021.

Hal itu ditetapkan setelah Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali usai rapat terbatas Persiapan PON dan Peparnas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Kabinet Indonesia Maju, dan Gubernur Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/3/2021).

Agung Sunarso mengatakan menyambut baik keputusan penetapan tanggal pelaksanaan PON Papua. Pada prinsipnya, kata Agung, KONI Sumut sudah mempersiapkan diri dari jauh hari terkait jadwal pelaksanaan PON itu.

"Karena kita sudah mempersiapkan diri saat pelaksanaan PON yang rencana dilaksanakan pada 2020. Namun, ditunda karena pandemi menjadi Oktober 2021. Dan pergeseran itu tidak menjadi kendala bagi kita. Karena, kita sudah melakukan persiapan demi persiapan," ujarnya.

Artinya, program tahun 2020 itu diimplikasikan pada tahun 2021 sehingga tidak ada kendala bagi KONI Sumut untuk tetap mengikuti PON yang akan berlangsung selama 13 hari pada Oktober mendatang.

"Namun karena di Papua itu, hari Minggu tidak boleh orang beraktivitas. Makanya jadi 13 hari. Jadi bisa menghargai apa yang di jadwalkan oleh mereka. Mengingat mereka mayoritas Kristiani jadi mereka beribadah," katanya seraya menyatakan Itu makanya kenapa pelaksanaan PON dimulai tanggal 2 sampai tanggal 15 Oktober.

Mengenai target apa yang bakal diambil dalam PON Papua, Agung mengatakan paling tidak Provinsi Sumut bisa masuk dalam 10 besar.

"Kita selalu masuk dalam 10 besar dan itu tergantung tempat di mana pelaksanaan PON-nya. Karena saat di Riau kita ranking 8 dan di Samarinda kita ranking 7,"katanya.(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Tommy Simatupang
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved