Breaking News:

Seorang TKI Asal Asahan Tewas di Malaysia, Dadanya Kena Tusuk hingga Bersimbah Darah

Yunus meninggal dengan tragis, pasalnya dadanya ditembus oleh sebilah pisau yang mengakibatkan pendarahan.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Sutiah menunjukan foto Yunus semasa hidup dari telepon genggam miliknya 

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Kasus pembunuhan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali terjadi di Malaysia.

Kali ini terjadi pada Ahmad Yunus Dalimunthe (39) warga Desa Air Joman, Dusun II, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.

Yunus meninggal dengan tragis, pasalnya dadanya ditembus oleh sebilah pisau yang mengakibatkan pendarahan.

Istri Korban, Sutiah (38) saat ini hanya berharap kepada pemerintah Kabupaten Asahan, ataupun Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Malaysia agar dapat membantu pemulangan jenazah suaminya.

Ia mengaku tidak memiliki dana untuk membawa jasat suaminya kembali ke Indonesia.

"Kami tidak memiliki dana pak, tolonglah bapak-bapak yang ada di pemerintahan Kabupaten Asahan, atau bapak KBRI, tolong suami saya," ujar Sutiah kepada, Senin(15/3/2021).

Lanjutnya, yang menjadi sulitnya balik, karena sang suami merupakan TKI yang tidak dilengkapi dengan dokumen (Ilegal).

"Waktu itu dia berangkat karena kami sudah tidak punya uang sama sekali. Maksud hati ingin merubah nasib suami saya malah meninggal dunia," katanya. 

Ia mengaku, saat ini tidak dapat berbuat banyak sebab ia tidak memiliki uang untuk mengembalikan jasat suaminya tersebut.

"Kami orang susah pak, gaada uang untuk mengembalikan jenazah ke Indonesia," katanya.

Meskipun begitu, ia tetap berkomunikasi dengan rekan kerja suaminya, yang juga saat ini sedang mengumpulkan dana untuk kepulangan Yunus.

"Belum tau berapa jumlahnya, tapi semalam kami tanya teman-temannya ikut melakukan donasi untuk membantu kepulangan suami saya," katanya.

Diketahui, Yunus bekerja sebagai TKI sejak tahun 2017 silam, ia berangkat melalui jalur tikus yang ada di sekitar perairan Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai dengan alasan himpitan ekonomi.

(CR2/TRIBUN-MEDAN.COM)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved