Breaking News:

Musim Belajar Daring, Penjualan Kacamata Anti Radiasi Melonjak 50 Persen

Pegawai Optik Surya, Elly mengungkapkan bahwa peningkatan mulai terjadi saat berlangsung pembelajaran daring tahun 2020 lalu.

TRIBUN MEDAN/HO
Paket ilmupedia E-Learning Session: Paket ini menawarkan kuota sebesar 10 GB dengan seharga Rp 10, yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar untuk mengakses 10 platform belajar daring (edutech), situs e-learning dari sekira 245 perguruan tinggi dan sekolah menengah di Indonesia. Pelanggan dari tingkat SD hingga SMA dapat memanfaatkan Paket ilmupedia E-Learning Session ini untuk mengakses 10 platform belajar daring, seperti Quipper, Zenius, Udemy, Cakap, Bahaso, Sekolah.mu, Ganeca digital, Kipin School 4.0, Ayoblajar, dan Aminin. Informasi lebih lanjut mengenai Paket ilmupedia e-Learning Session dapat diakses di https://www.telkomsel.com/paket-ilmupedia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Penjualan Kacamata anti radiasi terjadi peningkatan saat mulai diberlakukan pembelajaran secara daring yang membuat para pelajar harus menatap layar dalam durasi lebih lama dibanding pembelajaran tatap muka. 

Pegawai Optik Surya, Elly mengungkapkan bahwa peningkatan mulai terjadi saat berlangsung pembelajaran daring tahun 2020 lalu.

"Ada peningkatan untuk kacamata pas mulai belajar daring sewaktu pandemi. Peningkatan ada 50 persen dari mulai anak sekolah dari TK yang ikut belajar daring rata-rata sudah pakai," ungkap Elly, Selasa (16/3/2021).

Dikatakannya, model yang kini tren di kalangan pelajar yaitu model petak dan bulat dengan ditambah lensa minus maupun hanya khusus anti radiasi.

"Rata-rata yang peminatnya itu model bulat tapi sama-sama banyak peminatnya. Kalau untuk lensa ada juga yang minus rata-rata untuk mencegah naik angka minus saat belajar online," ujarnya.

Untuk model kacamata anti radiasi ini beraneka macem mulai dari model besi maupun plastik dengan harga mulai Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah sesuai dengan model frame yang tersedia.

Tambah Elly, untuk penjualan di tahun 2021 ini masih diprediksi masih berlanjut untuk model kacamata radiasi selama pembelajaran daring masih berlangsung.

"Kalau untuk tahun 2021 ini masih ada peminatnya kalau dibandingkan sebelum Covid-19 ini ya penjualan lumayan. Untuk pemesanan rata-rata langsung datang karena kan dicek juga untuk matanya," ucapnya.

Terkait kacamata anti radiasi ini, para orangtua juga turut mengantisipasi agar sang anak tidak memiliki gangguan dalam pengelihatan selama pembelajaran daring.

Diantaranya ada Murni, orangtua murid ini sudah menyuruh anaknya untuk menggunakan kacamata anti radiasi agar mata sang anak tak mengalami penambahan minus.

"Iya udah beli, karena kan kita takut tatap lama-lama malah matanya jadi minus pula. Pas dua bulan awal itu dia ngeluh matanya sering pegal, terus yauda daripada kasihan kan kita belikan kacamata di optik," ungkap Murni.

Lanjutnya, selama pemakaian beberapa bulan terakhir, Murni bercerita bahwa sang anak tak lagi mengalami keluhan berarti.

"Awalnya risih-risih lah kan gak biasa pakai. Tapi lama-lama udah biasa. Terus dia gak ada ngeluh sih, paling kalau udah berjam-jam dia stop dulu dibuka kacamatanya untuk istirahat baru lanjut lagi. Ya harapan cepatlah belajar tatap muka. Kasihan anak natap layar terus," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved