Breaking News:

TRIBUNWIKI

Sirup Sinabung, Hasil Kreasi Buah Markisa dari Seorang Guru Di Kabupaten Karo

Wahyuni menjelaskan jika dirinya menggunakan markisa asli dari Kabupaten Karo dan merupakan buah pilihan.

TRIBUN MEDAN/ NASRUL
Pemilik Sirup Sinabung Wahyuni Hana br Purba, memperlihatkan olahan buah markisa dalam berbagai kemasan, Selasa (16/3/2021). 

Sirup Sinabung, Hasil Kreasi Buah Markisa dari Seorang Guru Di Kabupaten Karo

TRIBUN-MEDAN.com,KABANJAHE- Kabupaten Karo sudah sejak lama dikenal memiliki kekayaan alam yang berlimpah, terutama hasil pertanian sayur dan buahnya.

Selain jeruk, salah satu buah yang dicari oleh wisatawan saat berwisata ke bumi turang ini ialah markisa.

Melihat potensi yang dimiliki oleh daerah tempatnya tinggal, Wahyuni Hana br Purba melihat adanya peluang yang bisa dijadikannya sebagai usaha.

Wanita yang kesehariannya menjadi tenaga pengajar di salah satu sekolah swasta dan guru les ini, mengolah markisa menjadi produk berupa olahan sirup.

Pemilik Sirup Sinabung Wahyuni Hana br Purba, memperlihatkan olahan buah markisa dalam berbagai kemasan, Selasa (16/3/2021).
Pemilik Sirup Sinabung Wahyuni Hana br Purba, memperlihatkan olahan buah markisa dalam berbagai kemasan, Selasa (16/3/2021). (TRIBUN MEDAN/ NASRUL)

Wanita yang lahir di Kota Medan pada 28 September 1985 ini bercerita, awalnya dirinya memulai usaha pengolahan secara rumahan ini pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: TRIBUN-MEDAN-WIKI, Jalan Tol Binjai Resmi Beroperasi, Berikut Tarif Sesuai Golongan dan Jarak Tempuh

Dirinya mengatakan, sebelum dijual secara massal wanita yang memang memiliki minat di dunia usaha ini terlebih dahulu mengolah markisa menjadi sirup untuk konsumsi keluarga saja.

"Awalnya itu tahun 2020, tapi belum untuk komersil, masih untuk keluarga. Karena memang saya suka mengolah makanan dan suka dunia usaha," ujar Wahyuni, saat ditemui di Jalan Sudirman, Kabanjahe, Selasa (16/3/2021).

Namun, setelah adanya pandemi penyebaran virus corona (Covid-19) sekitar bulan Maret 2020 lalu, dirinya semakin memiliki banyak waktu di rumah karena harus bekerja dari rumah (WFH).

Saat itulah, dirinya yang melihat potensi usaha ini mengembangkan produksinya lebih banyak lagi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved