Breaking News:

Human Interest Story

SOSOK Boy Sianipar Masih 20 Tahun Rela Sisihkan Penjualan Lukisan demi Bangun Library Sihailhail

Di usia yang maih belia, Boy mewujudkan keinginannya tersebut lewat perpusatakaan yang diberi nama Library Sihailhail.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/MAURITS PARDOSI
Boy Sianipar, pendiri Library Sihailhail atau perpustakaan mini untuk anak-anak di Desa Sianipar Sihailhail, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba pada Selasa (16/3/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Rasa prihatin melihat anak-anak cenderung main gadget, daripada membaca buku, memunculkan ide bagi Boy Sianipar (20) untuk mendirikan perpustakan mini di kampungnya, Desa Sianipar Sihailhail, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.

Di usia yang maih belia, Boy mewujudkan keinginannya tersebut lewat perpusatakaan yang diberi nama Library Sihailhail.

Perpustakaan ini memang belum lama berdiri, sejak Januari 2021.

Perpustakaan ini didedikasikan pegiat literasi ini, bagi anak-anak sekitar kampung halamannya.

Lewat perpusatakaan mini tersebut, ia ingin melihat anak-anak menikmati pengetahuan melalui buku.

Baca juga: INILAH Artis Terkaya di Indonesia, Bukan Raffi Ahmad, Bukan Nikita Mirzani, Berikut Profil Sosoknya

Baca juga: Instruksi Presiden, Menteri Sri Mulyani Beri Sinyal Pajero, Innova, dan CR-V Dapat Diskon PPnBM 100%

Boy merupakan lulusan SMA Bintang Timur Balige pada tahun 2018.

Ia memutuskan tinggal di kampung halamannya sembari mengasah kemampuannya melukis.

Ia menceritakan bahwa keinginan mendirikan perpustakaan muncul sejak lulus dari SMA.

Tiga tahun setelah memeroleh ijazah, barulah keinginan itu terwujud.

Pria yang memiliki hobi melukis ini mendirikan perpustakaan pada tanggal 27 Januari 2021.

Ia merasa kasihan terhadap anak-anak yang telah jauh dari dunia buku, lebih dekat dunia gadget.

“Kini anak-anak bisa nikmati buku-buku di sini. Kan, biasanya anak-anak zaman sekarang ini sangat dekat dengan gadget. Buku sudah mulai ditinggalkan, inilah yang membuat hatiku miris. Dan, ini harus diubah sejak dini,” ujarnya kepada Tribun-Medan.com, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Jelang Putusan MK Terkait Hasil Pilkada Samosir, Begini Tanggapan Kubu Vandiko Gultom dan Rapidin

Baca juga: Memanas, Ketua PAC Demokrat Tuding Ketua DPC Kota Medan Burhanuddin Sitepu Dukung KLB Moeldoko

Boy akhirnya memutuskan untuk secepatnya mewujudkan keinginan mendirikan perpustakaan mini.

Dari hasil penjualan lukisannya, ia sisihkan untuk membeli buku dan peralatan lainnya seperti meja dan kursi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved