Breaking News:

Galian C Milik Pengusaha Merusak Alam dan Lahan Pertanian Masyarakat, Dua Rumah Ambruk

Galian C di Desa Sei Litur Tasik, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat merusak keseimbangan alam dan lahan pertanian masyarakat

HO
Warga Desa Sei Litur tasik, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat saat melakukan demo terkait keberadaan galian C di kampungnya. 

TRIBUN-MEDAN.com,STABAT-Warga Desa Sei Litur Tasik, Kecamatan Sawit Sebrang, Kabupaten Langkat memprotes keberadaan galian C milik seorang pengusaha.

Galian C itu dituding merusak keseimbangan alam dan lahan pertanian milik masyarakat. 

Menurut Maslan, satu di antara warga Desa Sei Litur Tasik, sejak galian C itu beroperasi, sungai yang ada di kampung mereka mengalami abrasi cukup hebat.

"Abrasi semakin parah, sehingga berdampak pada rusaknya lahan pertanian," kata Maslan, saat menggelar aksi, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Pekerja Galian C Tewas Tertimbun Tanah dan Batu saat Menambang di Lokasi Ilegal

Dia mengatakan, akibat keberadaan galian C ini, dua unit rumah milik masyarakat ambruk, lantaran tanahnya mengalami longsor.

Atas masalah ini, Maslan dan warga desa meminta tanggung jawab pemilik galian C.

"Kemarin sudah ada kesepakatan dengan pihak pengusaha. Ada 12 poin perjanjian yang menjadi kesepakatan bersama," kata Maslan.

Baca juga: Anggota DPRD Sumut Menduga Banjir Bandang Bahorok Akibat Penebangan Liar dan Galian C

Satu di antara kesepakatan itu berupa rencana pembelahan sungai.

"Sampai detik ini perjanjian itu tidak pernah dilakukan," kata Maslan.

Bahkan, lanjut Maslan, baru sekarang kompensasi diberikan.

Sementara pengusaha sudah menahun melakukan aktivitas penambangan. 

Baca juga: Soal Desakan Masyarakat Bahorok Tutup Galian C, Ini Tanggapan Pemkab Langkat

Terpisah, Kepala Desa Sei Litur Tasik, Sawon AR mengatakan pihak desa sudah beberapa kali memediasi warga dengan pengusaha galian C.

"Namun, sampai detik itu tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah," katanya. 

Sawon mengatakan, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum harus bertindak.

Sebab, kata Sawon, keberadaan galian C ini merusak keseimbangan alam.(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved