Breaking News:

Pelni Gratiskan Bagasi hingga 40 Kg Per Penumpang, Berlaku sejak Januari Lalu

Dengan diberlakukannya bagasi cuma-cuma, petugas mewajibkan untuk mengecek secara seksama untuk ukuran barang penumpang

Tribun Medan
Petugas saat memberikan label di Redpack sebagai solusi agar muatan pelanggan kapal Pelni tetap dapat terangkut. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Pelayaran Nasional Indonesia - PT Pelni (Persero) terus berupaya menarik minat pelanggan dalam menggunakan armada kapal Pelni sebagai sarana transportasi pilihannya.  Satu diantaranya melalui pemberian fasilitas bagasi secara cuma-cuma atau free bagasi hingga 40 kilogram per penumpang. 

Pjs Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taupik mengungkapkan free bagasi 40 kilo tersebut berlaku sejak Januari 2021. "Sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi, sudah menjadi kewajiban Pelni untuk menghadirkan layanan yang terbaik kepada seluruh pengguna jasa kami," ungkap Opik, Rabu (17/3/2021).

Dengan diberlakukannya bagasi cuma-cuma, petugas mewajibkan untuk mengecek secara seksama untuk ukuran barang penumpang.

Baca juga: Perdana di 2021, Pelni Gelar Virtual Tour on Board ke KM Kelud

"Saat proses verifikasi tiket dilakukan, petugas kami juga melakukan pengecekan dimensi dan berat terhadap barang bawaan penumpang. Untuk penumpang yang membawa barang bawaan dengan ukuran dan berat melebihi ketentuan maka akan dianggap sebagai muatan (cargo)," ujarnya. 

Berdasarkan peraturan perusahaan terkait barang bawaan penumpang kapal, Pelni memberikan layanan bebas biaya hingga 40 kg dengan dimensi barang bawaan maksimum 70 x 40 x 35 cm atau volume barang setara 0,1 m3. 

Ada pun bagasi yang diizinkan dimuat di atas kapal, diantaranya koper dan tas tangan, tas jinjing dan sejenisnya (termasuk 1 set stik golf), portable electronic, barang keperluan sehari-hari selama berada di kapal, 1 set sepeda lipat atau 1 set sepeda anak, kursi roda atau kereta bayi, dan barang keperluan pribadi yang sesuai dengan berat dan dimensi selain bagasi yang tidak diizinkan. 

Opik berharap agar ketentuan tersebut dapat dipatuhi penumpang kapal agar ketertiban, keamanan, dan kelancaran penerapan barang bagasi dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga dapat mendukung keselamatan dalam pelayaran.

"Sebagai solusi agar muatan pelanggan kapal tetap dapat terangkut, Pelni telah menyediakan layanan redpack yang dapat digunakan oleh penumpang," tutur Opik.

Redpack merupakan layanan logistik yang telah diperkenalkan Pelni sejak tahun 2018. Dengan menggunakan layanan tersebut, para penumpang dapat membawa muatan dengan batasan dimensi 100 x 50 x 50 cm atau berat maksimal 120 kg. 

Berdasarkan informasi dari Opik, hingga Februari 2021, kapal Pelni telah mengangkut sebanyak 100.690 kg/m3 muatan redpack. Jumlah tersebut naik sebesar 27 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 78.823 kg/m3 pada periode yang sama. 

"Kami terus menghimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap memperhatikan barang bawaan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dan memanfaatkan redpack untuk kebutuhan muatan lainnya," ucapnya.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved