Breaking News:

Gunakan Santan Berkualitas dan Tanpa Pemanis Buatan, Bika Ambon Angkasa Lebih Digemari

Hampir delapan tahun berjualan, pemesanan bika ambon ini sudah datang dari luar negeri.

Tribun Medan
Executive Marketing Bika Ambon Angkasa Tia Erlyanti dalam Bincang Bisnis UMKM dari Studio Tribun Medan, Selasa (16/3/2021). Bika Ambon Angkasa ini spesial karena menggunakan gula murni tanpa pemanis buatan dalam proses pembuatan kue. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Bika ambon menjadi salah satu makanan khas dari Sumatera Utara khususnya Kota Medan. Legitnya Bika ambon sudah tersohor dan sering dijadikan oleh-oleh ketika kembali dari Kota Medan. 

Di Medan salah satu bika ambon yang sudah populer adalah Bika Ambon Angkasa. Hampir delapan tahun berjualan, pemesanan bika ambon ini sudah datang dari luar negeri. Selain bika ambon, produk lainnya yang terkenal dari toko ini adalah lapis legit. 

Executive Marketing Bika Ambon Angkasa Tia Erlyanti mengatakan Bika Ambon Angkasa ini peminatnya datang dari kalangan semua usia. Dalam proses pembuatannya, Bika Ambon Angkasa ini spesial karena menggunakan gula murni tanpa pemanis buatan. Santan yang digunakan juga pilihan dan tanpa bahan pengawet.

Baca juga: 7 Oleh-oleh Makanan Khas Kota Medan Yang Terkenal dan Wajib Dicoba, Ada Durian hingga Bika Ambon

"Artinya semua bahan yang kami gunakan premium. Kami juga memproduksinya secara langsung di rumah produksi jadi kebersihannya terjaga dan produk kami juga sudah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan," katanya dalam Bincang Bisnis UMKM dari Studio Tribun Medan, Selasa (16/3/2021).

Untuk varian produknya, pihaknya menyediakan beberapa varian diantaranya bika ambon original dan pandan. Ada pula lapis legit, lapis legit roll, dan lapis legit prunes yang sangat digemari saat Imlek.

"Bika ambon ini sudah buka sekitar delapan tahun. Awalnya dari usaha keluarga kemudian turun menurun dikembangkan. Memang saat buka tentu ada kendala ya, salah satunya adalah persaingan. Karena produk seperti ini kan sudah banyak di Kota Medan, tapi kami tetap semangat mengembangkan usaha ini sambil terus melihat perkembangan pasar," katanya. 

Maka dari itu ia mengatakan untuk memulai usaha, yang terpenting adalah harus berani dan jangan pantang menyerah. Selain itu mental juga harus kuat dalan menghadapi kritik yang membangun dari konsumen. 

Ia menambahkan, pandemi juga turut mempengaruhi bisnis kue ini. Dampaknya cukup besar, terutama dalam kiriman ke luar negeri dan luar kota. 

"Saat pandemi bandara tutup dan ekspedisinya terbatas. Jadi omzetnya menurun. Tapi seiring berjalannya waktu, penjualan membaik. Apalagi kita punya reseller juga yang membantu," katanya. 

Dikatakannya hingga kini pihaknya punya reseller di empat kota yakni Tebingtinggi, Siantar, dan sekitar Danau Toba. Ke depan pihaknya berencana akan menambah cabang selain di Kota Medan sehingga memudahkan orang untuk mendapatkan produk Bika Ambon Angkasa. 

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Eti Wahyuni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved