Breaking News:

Massa Geruduk Kejari Toba soal Penganiayaan Raja Bius Motung, Ini Kata Kasi Intel Gilbeth Sitindaon

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Toba Samosir Gilbeth Sitindaon angkat bicara atas aksi demonstrasi massa yang menyatakan diri masyarakat Motung

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/MAURITS PARDOSI
Massa yang menyebut diri masyarakat Motung sambangi kantor Kejari Toba Samosir pada Rabu (17/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Kasi Intel Kejaksaan Negeri Toba Samosir Gilbeth Sitindaon angkat bicara atas aksi demonstrasi massa yang menyatakan diri masyarakat Motung yang dipimpin oleh Kosbin Sitorus ke Kantor Kejaksaan Negeri Toba Samosir pada Rabu (17/3/2021).

Saat ditemui di ruangannya, Kasi Intel mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan berkas adanya penganiayaan kepada Raja Bius Empat Marga di Motung, Sabar Manurung kepada pengadilan. Hingga saat ini, proses hukum di pengadilan sudah berjalan.

Walaupun demikian, pihaknya menjelaskan secara rinci kepada masyarakat Motung tersebut bahwa perkara tersebut sedang bergulir di pengadilan sehingga ia meminta masyarakat langsung berkoordinasi dengan pihak pengadilan.

Untuk mendengarkan aspirasi masyarakat tersebut, pihaknya meminta empat orang utusan untuk audiensi.

“Terkait dengan kasus Agus Manurung dkk, teman-teman media melihat adanya aksi yang dilakukan oleh masyarakat Motung ke Kantor Kejaksaan. Jadi, perlu dikatakan bahwa sebenarnya saya tidak ada menyebut bahwa salah alamat. Mereka menuntut si terdakwa ini ditahan. Sedangkan, para terdakwa tersebut yang tiga orang itu sudah kami limpahkan dan sudah bersidang di pengadilan,” ujar Gilbeth, Kamis (18/3/2021) saat dijumpai di ruangannya.

Ia juga menegaskan bahwa penahanan para terdakwa sudah dilakukan oleh pihak pengadilan, sebab perkara tersebut sedang berjalan di pengadilan.

“Jadi segala sesuatu yang terkait dengan terdakwa dalam hal ini salah satunya itu penahanan itu sudah menjadi kewenangan pengadilan, yakni hakim yang menyidangkan perkara tersebut. Nah, penahanan tersebut keluar bersamaan dengan keluarnya penetapan pengadilan untuk hari sidang,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengutarakan bahwa pihak pengadilan sudah melakukan penahanan terhadap tiga terdakwa tersebut, yakni penahanan rumah.

“Pada saat itu, penahanan yang mereka lakukan adalah penahanan rumah. Nah, menurut masyarakat bahwa mereka masih berkeliaran dan tidak ditahan, sebenarnya kami sudah menahan. Dan, oleh hakim dilakukan penahanan di rumah,” sambungnya.

Setelah mendapatkan penjelasan secara rinci dari pihak Kejari Toba Samosir, masyarakat Motung berpindah menyampaikan orasinya ke hadapan Kantor Pengadilan Negeri Balige.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved