Breaking News:

TRIBUNWIKI

Museum Juang 45 Asahan, Banyak Menyimpan Kisah Sejarah Kesulthanan Asahan Saat Lawan Penjajah

Pedang, Tapak sirih, Mangkok penampungan getah hasil petani, sebagai bukti sejarah leluhur di Kabupaten Asahan.

instagram
Museum Juang 45 Asahan 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN- Berwisata Museum tak se-eksis wisata alam, namun wisata museum memiliki makna tersendiri yang akan kamu dapat setelah mengunjunginya.

Pembelajaran soal sejarah, banyak tersimpan didalam museum.

Seperti di Museum Asahan, yang terletak di Gedung Juang 45 Asahan, Jalan Cokroaminito, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan ini menyimpan banyak kisah sejarah kesultanan Asahan saat melawan penjajah.

Baca juga: Pria Ini Alami Tak Terduga Begitu Sudah di Kamar saat Booking Cewek yang Menawarkan Jasa Esek-esek

Mulai dari pakaian adat berbagai suku yang ada di Asahan, senjata untuk melawan kolonial belanda, alat bertani, alat dagang, bahkan alat untuk keseharian pada jaman dulu juga dipajang di museum ini.

Pedang, Tapak sirih, Mangkok penampungan getah hasil petani, sebagai bukti sejarah leluhur di Kabupaten Asahan.

Museum Juang 45 Asahan
Museum Juang 45 Asahan (instagram)

Mangkok penampung getah sebagai bukti bahwa sejak nenek moyang dahulu, Asahan terkenal akan hasil pertanian karetnya yang terbaik. Sehingga kebiasaan itu terus berlanjut hingga sekarang.

Selain itu, Museum ini juga menempati Gedung Juang 45 Asahan yang konon katanya dulu digunakan sebagai tempat berkumpulnya pejuang untuk merebut kekuasaan Indonesia dari tangan Kolonial Belanda.

Baca juga: Rahmawaty, Seorang Profesor Termuda di Departemen Ilmu Kesehatan Mata USU

Untuk masuk ke Museum ini, para pengunjung tidak dipungut biaya apapun, hanya saja diminta untuk menjaga barang-barang bersejarah yabg yang ada didalamnya.

(CR2/TRIBUN-MEDAN.COM)

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved