Breaking News:

Anjlok, Harga Emas Antam Jadi Rp 925 Ribu per Gram, Hindari Beli Emas untuk Sementara

Pengamat Ekonomi, Wahyu Ario Pratomo berpendapat bahwa penurunan hingga Rp 10 ribu ini masih dalam kategori wajar.

tribunjabar
Emas Antam 

TRIBUN-MEDAN.com - Harga Emas Logam Mulia produk PT Aneka Tambang (Persero) TBK atau Antam hari ini, Jumat (19/3/2021) turun drastis berada di level Rp 925 ribu atau anjlok sebesar Rp 10 ribu dibanding perdagangan Kamis (18/3/2021) berada di level Rp 935 ribu.

Sementara untuk pembelian kembali (buyback) berada di level Rp 802 ribu, turun Rp 10 ribu dibandingkan harga buyback pada Kamis (18/3/2021) di level Rp 812.000.

Sementara itu, harga emas 0,5 gram seharga Rp 512.000, harga emas 2 gram seharga Rp 1.800.000. Sayangnya untuk emas 1 gram ketersediaannya kosong atau sold out.

Untuk emas 3 gram seharga Rp 2.682.000, emas 5 gram Rp 4.440.000, emas 25 gram seharga Rp 21.835.000.

Untuk emas 50 gram seharga Rp 43.505.000, emas 100 gram seharga Rp 86.850.000.

Pengamat Ekonomi, Wahyu Ario Pratomo berpendapat bahwa penurunan hingga Rp 10 ribu ini masih dalam kategori wajar.

"Penurunan ini masih wajar, harusnya ini tembusnya Rp 800 ribuan. Kalau masih di atas Rp 900 ribu itu masih bisa turun lagi sampai nanti mungkin di Rp 850 ribu atau Rp 900 ribu," ungkap Wahyu.

Dikatakannya, bahwa untuk kondisi seperti ini masyarakat sebaiknya menghindari pembelian emas dan diminta untuk menunggu hingga harga emas dalam posisi ideal.

"Kalau seperti ini lebih baik dihindari karena harga emas cenderung turun. Kalau dia beli emas dengan harga yang masih tinggi, dia tunggu saja karena harga emas pelan-pelan akan naik lagi. Kalau dia beli waktu itu sekarang masih menguntungkan walau tipis sebaiknya dijual karena ini akan menuju ke angka Rp 900 ribuan," ujarnya.

Tambahnya, Wahyu memprediksi bahwa kondisi pemulihan terkait permintaan emas akan berangsur pulih pada tahun 2022 mendatang.

"Ya normalnya sampai tahun depan karena vaksinasi masih berlangsung hingga tahun 2022. Di dunia baru mulai akan pulih pada tahun 2022. Disitu kalau masyarakat sudah semakin yakin beraktivitas, mungkin permintaan emas akan naik," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved