Breaking News:

Hari Ini Sinabung Alami Dua Kali Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Tertinggi 1.000 Meter

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, hingga saat ini masih terus fluktuatif.

TRIBUN MEDAN
Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran, Karo, Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, hingga saat ini masih terus fluktuatif.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini kembali mengalami erupsi pada Jumat (19/3/2021).

Saat dikonfirmasi, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan hal tersebut. Armen menjelaskan, untuk hari ini Sinabung tercatat mengalami erupsi sebanyak dua kali.

"Untuk hari ini, aktivitas Sinabung tercatat mengalami erupsi sebanyak dua kali," ujar Armen.

Armen menjelaskan, untuk erupsi pertama pihaknya mencatat terjadi sekira pukul 06.52 WIB.

Dirinya mengatakan, pada erupsi kali itu tercatat Sinabung mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 700 meter.

"Untuk erupsi pertama, ketinggian kolom abu mencapai 700 meter," katanya.

Pada erupsi tersebut, kolom abu berwarna kelabu pekat ini condong mengarah ke arah barat dan barat laut.

Untuk getaran yang ditimbulkan dari erupsi ini, terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 10 mm, dengan durasi kurang lebih selama tiga menit sembilan detik.

Kemudian, untuk erupsi kedua dikatakan Armen terjadi sekira pukul 10.58 WIB. Dirinya mengatakan, kali ini Sinabung kembali mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 1000 meter dari puncak gunung.

"Untuk erupsi kedua, ketinggian kolom abunya lebih tinggi dari yang pertama. Yang kedua ini, terlihat secara visual setinggi 1000 meter," ucapnya.

Dirinya menyebutkan, pada erupsi kedua ini kolom abu berwarna kelabu pekat ini terlihat mengarah ke arah serupa dengan sebelumnya.

Sementara, untuk getaran yang ditimbulkan terekam dari alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 13 mm, dengan durasi kurang lebih selama dua menit 25 detik.

Dirinya menjelaskan, hingga saat ini aktivitas Gunung Sinabung masih terus fluktuatif sehingga sewaktu-waktu dapat berubah. Sedangkan untuk status Gunung Sinabung sendiri masih berada pada level III atau siaga.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved