Breaking News:

Batu Sigumbang, Bebatuan Raksasa Tempat Memandang Danau Toba di Silahisabungan

Ada beberapa batuan tersusun acak, seperti membentuk benteng pertahanan dari deburan ombak ketika angin kencang.

ist
Sejumlah pengunjung menikmati panorama Tao Silalahi atau Danau Toba dari Batu Sigumbang, yang berada Dusun Sitiotio, Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Silahisabungan merupakan satu dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Dairi.

Di Silahisabungan ini bisa dilihat pemadangan alam Danau Toba yang tak kalah indah dibandingkan Samosir, Parapat maupun lokasi lainnya yang mengeliling danau tersebut.

Kondisi perbukitan membuat pemadangan yang ditawarkan semakin menarik.

Ditambah lagi dengan keberadaan sejumlah bebatuan berukuran raksasa, disebut berasal dari sisa letusan Toba yang dahsyat pada masa lampau.

Ada beberapa batuan tersusun acak, seperti membentuk benteng pertahanan dari deburan ombak ketika angin kencang.

Sejumlah pengunjung menikmati panorama Tao Silalahi atau Danau Toba dari Batu Sigumbang, yang berada Dusun Sitiotio, Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Sejumlah pengunjung menikmati panorama Tao Silalahi atau Danau Toba dari Batu Sigumbang, yang berada Dusun Sitiotio, Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. (ist)

"Ini yang namanya Silalahi. Selama ini banyak yang keliru. Menyamakan Paropo dengan Silalahi. Itu lokasi yang berbeda. Walaupun berada di kecamatan yang sama," kata pemuda yang aktif dalam pengembangan pariwisata di Silahisabungan, Bona Agustinus P Batu.

Bona menceritakan bahwa Silahisabungan menjadi salah satu dari 16 Geosite Kaldera Toba.

Menurutnya, di kawasan tersebut banyak kisah yang belum diketahui banyak orang, termasuk mengenai bebatuan yang ada di lokasi tersebut.

Baca juga: Kediaman Raja Bolon Motung Ompu Buntulan Manurung, Jadi Tempat Persinggahan Raja Sisingamangaraja

"Batu-batuan ini memang unggulan di Silahisabungan. Kita sudah mulai mengembangkannya supaya menarik wisatawan," ungkapnya.

Bona pun meluruskan mengenai salah satu batu besar yang ramai disebut di media sosial dengan nama Batu Nauli Basa.

Halaman
123
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved