MENIKMATI Keindahan dan Panorama Danau Toba dari Atas Bukit Senyum
Bepergian ke Bukit Senyum akan mengingatkan pengunjung akan sejarah Batak Toba sekaligus kenangan indah di kampung halaman.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
MENIKMATI Keindahan dan Panorama Danau Toba dari Atas Bukit Senyum
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Danau Toba menjadi salah satu pariwisata kebanggaan Sumatera Utara (Sumut).
Keindahannya banyak membuat wisatawan baik lokal maupun mancanegara betah berlam-lama di Danau Toba.
Banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk menikmati panorama keindahan Danau Toba.
Salah satunya Bukit Senyum yang terletak di Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.
Dari Bukit Senyum, Anda dapat nikmati keindahan alam Danau Toba dan kesejukan udara sebab pepohonan di sekelilingnya masih berdiri kokoh.
Rumput ilalang dan tumbuhan liar memperlihatkan keaslian kawasan tersebut.
Para pengunjung duduk di atas kursi yang terbuat kayu tanpa polesan khusus. Terlihat sederhana, bahkan sedikit kurang terawat.
Walaupun demikian, keindahan Danau Toba dan kesejukan kawasan tak berkurang.
Bukit Senyum yang terletak di Desa Motung, Kecamatan Ajibata ini merupakan perbukitan yang langsung berbatasan dengan perkampungan yang berada di pinggiran Danau Toba.
Baca juga: TRIBUN TRAVEL Menikmati Liburan Nuansa Jadul ala Eropa dan Nusantara di Hotel Deli River Omlandia
Hamparan sawah dan perladangan masyarakat di pinggiran Danau Toba menambah keindahan Danau Toba.
Bahkan, pengunjung seakan pulang ke kampung halamannya saat menatap dari bukit tersebut.
Spontan, pengunjung ingat suasana kampung dengan segala kenangan indah.
Dari atas Bukit Senyum, terlihat jelas sejumlah kapal sedang hilir mudik di perairan Danau Toba. Bahkan, Pulau Samosir yang dikenal sebagai Negeri Kelingan Surga terlihat jelas seakan berada di depan mata.
Rasanya, pengunjung seakan berada di atas Danau Toba dan ingin melompat.
Ditemani makanan dan minuman ringan, pengunjung keasyikan hingga lupa waktu.
Hari sudah melaui senja.
Kawasan tersebut terlihat datar sehingga para pengunjung yang mengendarai mobil bisa parkir tepat berada di pinggiran bukit.
Tentu ini menjadi moment indah untuk berswafoto.
Baca juga: Tiga Hari Beri Pelayanan Rapid Test Antigen, RS Siti Hajar Beri Diskon di Traveloka dan Air Asia
Selain menikmati kesejukan dan keindahan pemandangan.
Ini juga menjadi tempat memadu kasih dan mempererat janji bagi pasangan yang ingin membentuk keluarga.
Artinya, Bukit Senyum menjadi saksi hubungan kedua insan.
Lahan yang berada di kawasan bukit yang datar tersebut juga bagian dari perkampungan dan perladangan tersebut.
Suasana ladang dan perkampungan juga menjadi nilai tambah saat berkunjung ke Bukit Senyum tersebut.
Berjalan di atas bukit tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana cara bertani secara tradisional.
Menggunakan peralatan sederhana dan perawatan tradisional menjadi pengetahuan tambahan bagi para pengunjung.
Penduduk di kawasan tersebut masih relatif sedikit dan pada umumnya mereka bekerja sebagai petani.
Masyarakat yang dikenal ramah membuat para pengunjung ke sana merasa diterima dan dihargai.
Baca juga: RESMI Kaesang Pangarep Jadi Pemilik Persis Solo, Berduet dengan Menteri BUMN Erick Thohir
Walau tak ada petugas khusus pemandu perjalanan, namun masyarakat sekitar tersebut ramah saat ditanya.
Mereka akan menjelaskan secara rinci terkaut lokasi tersebut, termasuk hal apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan.
Kearifan lokal serta tatakrama masih tetap terjaga. Kontrol masyarakat sekitar memiliki peran penting.
Setelah menikmati suasana di atas bukit, para pengunjung bisa menjajaki jalanan terjal ke bawah menuju pinggiran Danau Toba.
Bebatuan yang menancap kokoh di permukaan perbukitan menjadi jalan bagi para pengunjung.
Alangkah lebih baik, para pengunjung menggunakan peralatan lengkap agar meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam perjalanan.
Di balik Bukit Senyum ini, ada cerita menarik perihal sodok yang karismatis bagi masyarakat Batak, Raja Sisingamangaraja.
Kala itu, Sisingamangaraja bersama para pengawalnya baru saja mengarungi Danau Toba dan ingin bertemu dengan Raja Bolon Ompu Buntulan Manurung yang berada di Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.
Baca juga: Wacana Impor Beras dan Kebutuhan Jelang Ramadan, Berikut Penjelasan Bulog Sumut
Setelah berada di pinggiran Danau Toba, Raja Sisingamangaraja menapaki perjalanan mendaki Bukit tersebut.
Dalam perjalanan, Raja Sisingamangaraja melihat semua pengawalnya kelelahan dan kehausan. Sebagai seorang raja, Sisingamangaraja berempati dan segera mengambil tongkatnya.
Tongkat yang diyakini sakti dan penuh berkah itu ditancapkan ke sebuah batu dan akhirnya memuncratkan air.
Para pengawal Raja Sisingamangaraja puas dengan hadirnya air segar tersebut.
Kini, masyarakat sekitar mengenalnya dengan nama, mual sipaulak hosa loja (yang artinya: air pemulih lelah).
Jarak antara air berkah tersebut dengan dataran Bukit Senyum sekitar 150 meter.
Perkiraan posisi sumber air tersebut berada pertengahan antara pinggiran Danau Toba dengan puncak Bukit Senyum tersebut.
Kini, sumber air tersebut sudah jarang dijajaki masyarakat sekitar, namun kisahnya tak luput dari ingatan masyarakat sekitar.
Saat pengunjung bertanya kepada masyarakat sekitar, mereka juga akan menerangkan secara lugas dan hal itu membuat bahwa Bukit Senyum menjadi tempat yang keasrian serta kebersihannya tetap terjaga.
Baca juga: RESMI Kaesang Pangarep Jadi Pemilik Persis Solo, Berduet dengan Menteri BUMN Erick Thohir
Harapan pengunjung agar tersenyum semakin lengkap sejuta kisah yang tersimpan rapi seputar Bukit Senyum tersebut.
Kini, Bukit Senyum dikenal sebagai tempat rekreasi sekaligus tempat belajar sejarah.
Bepergian ke Bukit Senyum akan mengingatkan pengunjung akan sejarah Batak Toba sekaligus kenangan indah di kampung halaman.
Walaupun demikian, tempat ini masih butuh pembenahan agar pengunjung semakin betah dan ingin berlama-lama di sana.
Tempat pengunjung berteduh dan duduk masih minim.
Baca juga: KENANGAN ANEH Teddy Syah, Setelah Rina Gunawan Meninggal, Cerita Teddy gak Mau Pulang ke Rumah
“Kalau sebagai tempat, lokasi ini sangat bagus. Indahnya Danau Toba dan Pulau Samosir terlihat jelas dari sini. Apalagi saat matahari mulai terbenam, itu memiliki keindahan tiada tara. Patenlah,” sambung Abdi.
“Sebagai pengunjung, kita berharap kawasan ini bisa dinobatkan sebagai tempat yang wajib dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke kawasan Toba ini. Dibalik desa kecil ini terdapat surga tersembunyi. Dari atas Bukit Senyum ini, kita diajak bersyur betapa indah ciptaan Tuhan ini,” pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bukit-seyum-yang-terletak-di-desa-motung-kecamatan-ajibata-kabupaten-toba.jpg)