Breaking News:

TRIBUNWIKI

Tao Sidihoni, Berubah Warna Pertanda Harus Waspada

Masyarakat takut dilabeli stigma buruk dan dianggap melenceng dari agama atau dianggap sebagai sipele begu.

TRIBUN MEDAN/ARJUNA
Tao Sidihoni masih dipergunakan masyarakat untuk kegiatan sehari-hari 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Anak-anak kecil itu berenang di sekitar Pamele-melean, Tao Sidihoni.

Danau di atas Danau Toba yang disakralkan oleh masyarakat setempat.

Sidihoni begitu melekat dengan leluhur orang Batak. Kelestariannya masih dijaga sampai sekarang

Sekumpulan anak-anak masih terlihat berenang dengan riang, saat saya datang ke Tao Sidihoni.

Letaknya di Desa Sabungan Ni Huta, Kecamatan Ronggur Ni Huta, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.

Baca juga: Aek Sipitu Dai, Miliki Tujuh Rasa Air yang Berbeda serta Mampu Menghilangkan Berbagai Macam Penyakit

Anak-anak itu berenang di sekitar Pamele-melean, altar tempat berdoa kepada Maha Pencipta Debata Mulajadi Nabolon dan para leluhur.

Anak lainnya yang lebih dewasa, menggembala kerbau-kerbaunya di sekitaran danau.

Kerbau-kerbau itu juga terlihat minum dari Tao Sidihoni.

Masyarakat di sekitar memang masih memanfaatkan Tao Sidihoni sebagai sumber air.

Mereka tetap menjaga keasrian alam di Sidihoni.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved