Breaking News:

Sempat Anjlok di Awal Pandemi Covid-19, Permintaan Terhadap Komoditas Kopi Kembali Meningkat

Omset pengusaha industri kopi sempat mengalami penurunan signifikan di awal pandemi covid-19 yang juga melanda Indonesia.

telegraph.co.uk
Biji Kopi Pohon Kopi Petani 

TRIBUN-MEDAN.com - Omset pengusaha industri kopi sempat mengalami penurunan signifikan di awal pandemi covid-19 yang juga melanda Indonesia.

Fahris Tanjung, salah satu pengusaha industri kopi di Kota Medan menyatakan, permintaan pasar terhadap komoditas kopi sudah mulai meningkat walaupun masih belum sebanding dengan penurunan beberapa waktu lalu.

“Awal-awal pandemi turunnya cukup drastis, sekarang sudah mulai meningkat sekitar 40%,” ujar Fahris, pemilik usaha Bumi Kopi Jl. Pelajar No. 168 Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Senin (22/3/2021).

Ia menyatakan, turunnya permintaan mencapai 70-80%, dari total penjualan sekitar dua ton per-bulan sebelum pandemi Covid-19.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Fahri melakukan inovasi dengan cara membuka toko yang menjual bubuk kopi siap seduh. 

“Untuk nambah penghasilan, saya buka jasa untuk membantu pengusaha coffeeshop yang membutuhkan pinjaman untuk modal bahan baku, saya juga buka toko jual bubuk kopi konsumsi rumahan,” Ujarnya menambahkan.

Ia berharap proses vaksinasi dipercepat agar kedai-kedai kopi kembali ramai dan permintaan komoditas kopi bisa meningkat.

Turunnya permintaan pasar juga dialami oleh pengusaha Sumatera Kopi yang berlokasi di Jalan Pasar Pringgan No. 62, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru.

Ika anak dari pemilik sekaligus pengelola usaha, menyatakan penurunan saat tiga bulan pertama dari April 2020 mencapai 50%. 

“Setelah tiga bulan itu udah nyaris pulih lagi, tapi pembelinya tidak seperti dulu, sekarang kebanyakan dari perorangan dan luar kota, sedangkan dari perhotelan dan restoran sangat berkurang hingga sekarang,” ujar Ika, Senin (22/3/2021).

Toko milik orang tua Ika sempat mengalami penurunan sekitar 50% dari total permintaan saat sebelum pandemi. Namun hal tersebut hanya berlangsung 3 bulan pertama pandemi Covid-19. 

Tidak ada inovasi yang dilakukan saat menghadapi situasi turunnya permintaan tersebut. “Pembiaran saja, setelah tiga bulan itu sampai sekarang udah nyaris normal,” ujarnya menambahkan.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Dian Nur Utama Saragih
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved