Breaking News:

Mentan Buka Lahan di Humbahas

Di Hadapan 3 Menteri, Bupati Humbahas Lontarkan Optimisme Produksi Food Estate Tahap Ke-2 Lebih Baik

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor merasa yakin bahwa produksi hasil pertanian tahap kedua di food estate akan lebih baik dibandingkan tahap pertama

Tribun Medan/MAURITS PARDOSI
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan saat berada di atas traktor sembari lihat pengolahan lahan food estate di Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas pada Selasa (23/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, HUMBAHAS - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor merasa yakin bahwa produksi hasil pertanian tahap kedua di food estate akan lebih baik dibanding tahap pertama.

Optimistime itu disampaikan Dosmar di hadapan para menteri yang hadir, yakni Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

“Harapan kita, akan ada keberhasilan pada tahap kedua ini dibanding tahap pertama. Kita memulai tidak gampang, tapi yakinlah Pak dengan arahan Pak Menko, Pak Gubernur, semua kita pasti berhasil,” ujar Bupati Dosmar saat paparannya di areal lahan baru food estate Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas pada Selasa (23/3/2021).

Ia mengatakan, untuk mengelola lahan food estate yang baru dibuka seluas 785 hektare dibutuhkan sekitar 30 ekskavator.

“Dan hari ini, kita mobilisasi alat ekskavator sebanyak 30 unit,” sambungnya.

Baca juga: TEKA-TEKI Pemohon Eksekusi Tanah Warisan Keluarga Jenderal TNI AU, Disebut Tinggal di Luar Negeri

Baca juga: Bobby Nasution Ajak Putri Presiden Terobos Banjir, Lihat Puluhan Rumah Terendam di Medan Tuntungan

Setelah Dosmar Banjarnahor menyampaikan paparannya, Menko Luhut Panjaitan menyampaikan harapannya percepatan pengolahan lahan untuk program food estate ini.

Dengan pengolahan lahan food estate ini, ia berharap bahwa masyarakat sekitar bangga menjadi masyarakat Indonesia. Telah bisa memproduksi bawang merah, bawang putih dan kentang dalam skala besar.

“Kita harus bangga jadi orang Indonesia. Thailand saja bisa, masa Indonesia enggak bisa? Ternyata sekarang bisa. Tadi kita lihat (hasil) kentang, bawang putih, dan bawang merah,” ujarnya.

Ia meminta agar masyarakat berani berpikir out of the box, menghasilkan ide di luar yang biasa-biasa saja.

“Jadi, jangan hanya berlaku yang biasa saja. Kita mesti bisa ciptakan sesuatu yang baru demi kebaikan kita semua, bekerja dengan hati,” ungkapnya.

Secara gamblang, ia mengatakan bahwa tak ada program pemerintah yang bertujuan menyengsarakan rakyat. Sehingga, ia menegaskan lebih baik diam jika tidak mengerti program tersebut.

“Kalau enggak ngerti enggak usah berkomentar. Kalau pengen tahu, tanya. Tidak ada pemerintah membuat program yang menyengsarakan rakyatnya. Itu saya jamin. Saya ulangi lagi bahwa tadi Presiden memerintahkan bahwa tanah ini akan dibagi kepada rakyat, tetap kepemilikannya 1, 2 hingga 3 hektare per keluarga,” ujarnya.

“Tentu nanti ada masalah di sana-sini, nanti kita selesaikan. Ada Pak Kapolda di sini, Kejaksaan, Pangdam, semua kita kompak. Tidak ada yang boleh main-main. Saya ulangi, tidak ada yang boleh main-main, semua kita tata dengan benar. Jadi saya minta teman-teman orang Batak ini, supaya ini jalan,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved