Breaking News:

Kenaikan Tingkat Jugoken Shorinji Tolok Ukur Atlet Tampil di Ajang Kejuaraan Dunia di Perancis

Ketua Pengurus Provinsi Jugaken Kempo Sumut, Zakaria Marsaf mengatakan ujian kenaikan tingkat ini dilakukan secara serentak diikuti 24 provinsi.

Tribun Medan / Sofyan Akbar
TRIBUN MEDAN / SOFYAN AKBAR Para atlet Jugoken Kempo saat berfoto bersama pascakegiatan latihan teknik dan ujian kenaikan tingkat. 

Laporan Wartawan Tribun / Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Kempo Indonesia (BKI) melakukan ujian pelatihan fisik dan kenaikan tingkat bagi atlet kategori Jugoken Shorinji Kempo.

Ujian ini dilakukan di Yayasan Sekolah GB Joshua Medan pada 20 sampai 28 Maret 2021. Ketua Pengurus Provinsi Jugaken Kempo Sumut, Zakaria Marsaf mengatakan ujian kenaikan tingkat ini merupakan kali pertama dilakukan secara serentak dan diikuti 24 provinsi se-Indonesia termasuk Sumut.

"Ujian kenaikan tingkat ini menurunkan 28 atlet yang terdiri dari Q4 serta dan 3," katanya, Selasa (23/3).

Ajang seleksi ini juga, sebagai tolok ukur atlet Sumut untuk menghadapi kejuaraan dunia The 2 and E Kempo World Championship di Perancis 2-3 April 2021 mendatang.

Baca juga: Kickboxing Sumut Lakukan Pembinaan Atlet Hadapi PON 2024: Buka Pengurus di Seluruh Daerah

Baca juga: Setelah Firman Septian, I Gusti Rustiawan Didepak dari Skuat PSMS, Manajemen: Dia Gak Masuk Skema

"Di kejuaraan dunia yang dilaksanakan Internasional Kempo Federation (IKF) selama dua hari di Prancis itu, Sumut sendiri menurunkan tujuh orang atlet terbaik yang terdiri dari tingkatan Q 2 hingga 3 Dan," ujarnya.

Zakaria mengatakan tujuh atlet yang dipersiapkan menghadapi even dunia itu merupakan hasil pantauan dari empat klub oleh para pelatih antara lain, Dojo GB Josua Medan Klub, Dojo Biru Klub, Dojo Gresya Land Klub dan Dojo Binjai Klub.

"Dari tujuh atlet yang dipersiapkan ini, nantinya terus dibina secara serius walau pun kami belum mengetahui sejauh mana kekuatan lawan," ungkapnya.

Masih dikatakan Zakaria, untuk keberangkatan menuju Perancis nantinya pihaknya belum ada melakukan pendekatan dengan pemerintah.

"Kita baru mendapat dukungan dari para orangtua masing-masing atlet dan pengurus cabor," akunya.

Jadi, pihaknya masih melakukan pendekatan kepada pemerintah dan pihak sponsor mengingat sampai saat ini belum ada.

"Tapi kita sedang menuju ke sana sehingga nantinya bisa mendapat support yang lebih baik lagi," harapnya.

Yang paling menggembirakan bagi Pengprov Jugoke Kempo Sumut, kata Zakaria, diberikannya kesempatan untuk bergabung kedalam Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FORMI) Sumut, sehingga setiap kegiatan dapat diakomodir oleh federasi olahraga masyarakat tersebut.

"Ya dengan diberikannya kesempatan oleh FORMI Sumut, maka sekali lagi saya kira sudah cukup bagi kami dalam menghadapi even di Perancis. Apalagi, pihak Dozo Gresya yang bergerak di bidang properti sangat bagus selama ini dalam hal mendukung majunya Jugoken Kempo daerah ini," kata Zakaria.

Mengenai jadwal latihan, Zakaria menyatakan sudah terprogram di setiap masing-masing klub. Ia merincikan untuk di GB Josua latihan digelar setiap Sabtu dan Minggu. "Sedangkan di Dojo Binjai Klub jadwal latihan Selasa dan Kamnis. Begitu juga dua dojo lainnya, juga memiliki jadwal latihan masing-masing," ujarnya.(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Tommy Simatupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved