Breaking News:

Paket Wisata Lokal Kian Digemari, Omzet Travel di Medan Merangkak Naik

Hingga akhirnya dirinya terpaksa merumahkan dua karyawan dan berjualan makanan beku untuk tetap dapat berpenghasilan.

pixel.com
Persiapan travelling di masa new normal 

TRIBUN MEDAN.com - Lesunya arus penerbangan membuat para pemilik travel memutar otak agar dapat memutar roda perekonomian yang setahun belakangan tanpa memiliki penghasilan.

Hal ini turut dilakukan Travel Savana Tour, Jalan Karya wisata, Komplek Johor Indah Permai 1, Blok VII No.25, Kecamatan Medan Johor. 

Sejak dinyatakan Lockdown pada Maret 2020 lalu, pemilik Savana Tour, Ardina langsung kosong pemesanan.

Hingga akhirnya dirinya terpaksa merumahkan dua karyawan dan berjualan makanan beku untuk tetap dapat berpenghasilan.

Namun, sejak bulan Oktober 2020 lalu, Dina mulai mengaktifkan paket perjalanan tour domestik yang mulai memberikan pemasukan omzet.

"Tahun lalu zero sama sekali tidak ada pemasukan. Kalau tahun ini ada sekitar 20 persen. Kita mulai ada sejak bulan 10 itupun paling tiket, kamar hotel. Kalau penerbangan ada tapi gak seramai dulu," ujar Dina, Selasa (23/3/2021).

"Kita buat gebrakan one day tour misalnya ke Paropo atau ke Simalem. Jadi dimulai dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 800 ribu. Itu yang dibuat sekarang. Ini efektif karena mangsanya ada yaitu ibu-ibu ini maunya jalan-jalan. 100 persen semuanya ibu-ibu pengajian, arisan, atau rombongan sekolah misalnya karena mau puasa ini jadi jalan-jalan dulu," tambahnya.

Tentunya, konsep paket lokal ini menjadi sedikit kelegaan bagi Dina yang berbulan-bulan tidak dapat mendapatkan penghasilan dari usaha travel yang kini untuk pemesanan tiket hanya meningkat 2-3 persen.

Peningkatan yang sama juga turut dirasakan oleh Efata Tour And Travel, Jalan Letjen Jamin Ginting KM.7,5 No.161/164, Padang Bulan, Kec. Medan Baru yang mengalami peningkatan sebanyak 20 persen.

Staff travel, Fitri mengungkapkan bahwa memasuki bulan ketiga di 2021, Efata Tour And Travel mengalami peningkatan sebanyak 20 persen. Namun saat ini belum menerima penerbangan luar negeri.

"Ada peningkatan cuma tidak terlalu banyak paling sekitar 20 persen dibanding tahun lalu anjlok sekali. Kalau untuk saat ini kita belum ada layani untuk penerbangan luar negeri karena Lockdown," ungkap Fitri.

Untuk menutupi itu, Fitri menuturkan jika pihak Efata Tour mendapat pendapatan dari rental mobil jika ada pemesanan ke wisata lokal seperti Brastagi maupun Danau Toba dari pemesan yang ingin berwisata.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved