Breaking News:

TNI AU Adang Eksekusi Lahan

TEKA-TEKI Pemohon Eksekusi Tanah Warisan Keluarga Jenderal TNI AU, Disebut Tinggal di Luar Negeri

Kehadiran personel TNI AU terkait lahan yang hendak dieksekusi itu ternyata merupakan warisan keluarga dari jenderal di korps Baret Biru TNI AU

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
Kondisi rumah William Chandra, pemohon eksekusi pengosongan tanah di Jalan Kolonel Sugiono No 9-F, Kota Medan, berdasarkan surat penetapan dari Pengadilan Negeri Medan. 

Laporan wartawan Tribun Medan / Muhammad Anil Rasyid

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Proses eksekusi sebidang tanah yang dilakukan juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan di Jalan Patriot, Kelurahan Sunggal, masih menjadi polemik.

Pasalnya, proses eksekusi dihalau oleh sejumlah personel TNI Angkatan Udara (AU). Prajurit TNI AU berbaris menjadi pagar betis di depan pagar objek sengketa sehingga tim eksekusi tidak bisa melakukan eksekusi.

Kehadiran personel TNI AU tak lepas dari objek lahan yang hendak dieksekusi itu ternyata merupakan warisan keluarga dari jenderal di korps Baret Biru, yakni Marsma Palito Sitorus.

Di balik batalnya proses eksekusi, sosok pemohon yang tercatat bernama William Chandra menjadi teka-teki.

Dalam berkas penetapan eksekusi yang diterima tribun-medan.com, pemohon eksekusi William Chandra beralamat di Jalan Kolonel Sugiono No 9-F, Kota Medan.

Tribunmedan.com coba menyambangi kediaman William Chandra, Selasa (23/3/2021) siang.

Sesuai alamat yang diperoleh, alamat tersebut yakni rumah toko (ruko).

Bangunan ruko itu tampak tergembok. Namun, bisa terlihat ke arah dalam yang tampak seperti kantor.

Seorang perempuan yang berada di dalam ruko tersebut, mengaku tidak ada yang bernama William Chandra di tempat tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved