Breaking News:

Travel Fokus Tour Domestik, Sasar Komunitas Ibu-ibu Arisan dan Rombongan Sekolah

Semua pada banting setir untuk menghidupi keluarga dan bayar leasing, mulai dari jual frozen food, bunga, jamu, madu, hingga sembako

pixel.com
Persiapan travelling di masa new normal 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Bisnis travel atau biro perjalanan saat ini masih dalam keadaan lesu.
Wakil Bendahara Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASSPI) Sumut, Era mengungkapkan sejak diumumkan lockdown penerbangan pada Maret 2020 lalu, saat itu seluruh travel langsung mati suri.

Bahkan, Era menuturkan, hampir 100 persen seluruh travel banting stir ke usaha sampingan untuk tetap bertahan.

"Semua terdampak baik itu transport, penerbangan, dan tour. Setahun belakangan ini pelaku usaha itu OTP (Orang Tanpa Penghasilan). Semua pada banting setir untuk menghidupi keluarga dan bayar leasing, mulai dari jual frozen food, bunga, jamu, madu, hingga sembako. Bahkan sekarang ada yang ekspansi ke ikan hias," ungkap Era, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: TRIBUN TRAVEL Menikmati Liburan Nuansa Jadul ala Eropa dan Nusantara di Hotel Deli River Omlandia

Era menuturkan dari 120-an travel yang tergabung dalam ASSPI Sumut, hanya 20 persen yang sudah bergerak dengan memanfaatkan peluang travel domestik. Namun hal ini tidak berlaku untuk semua travel lantaran ada travel yang hanya melayani perjalanan mancanegara.

"Kalau collaps saat ini belum ada. Semua masih jalan, namun jalan tanpa karyawan dengan main online. Paling yang bergerak sekitar 20 persen karena tidak semua travel main di domestik. Ada travel yang pasarnya mancanegara seperti Malaysia, jadi ya sama sekali tidak ada pergerakan untuk tour. Paling kalau ada travel yang punya perjalanan domestik, saling kerjasama lah pakai transportasi dari travel yang lagi vakum," ujarnya.

Untuk di Sumut, perbandingan travel mancanegara dengan travel domestik dalam perbandingan 50:50. Artinya ada sekitar 60-an travel dari 120-an travel yang mati suri belum ada pergerakan untuk membuka paket perjalanan ke luar negeri.

"Belum ada yang bangkit hingga saat ini. Kalau pun travel-travel pasar mancanegara ini mau buka, dia tidak ada market. Mau dia jual sama siapa, jadi kalau mau buka paket tour ya dia harus survei dari awal. Itu rata-rata travel besar yang pasarnya mancanegara," tuturnya.

Pemilik Savana Tour, menegaskan, dirinya terpaksa merumahkan dua karyawan dan berjualan makanan beku untuk tetap dapat berpenghasilan. Namun, sejak Oktober 2020 lalu, Dina mulai mengaktifkan paket perjalanan tour domestik yang mulai memberikan pemasukan omzet.

"Tahun lalu zero sama sekali tidak ada pemasukan. Kalau tahun ini ada sekitar 20 persen. Kita mulai ada sejak bulan 10 itu pun paling tiket, kamar hotel. Kalau penerbangan ada tapi nggak seramai dulu. Kita buat gebrakan one day tour misalnya ke Paropo atau ke Simalem. Jadi dimulai dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 800 ribu. Itu yang dibuat sekarang. Ini efektif karena ‘mangsanya’ ada yaitu ibu-ibu ini maunya jalan-jalan. 100 persen semuanya ibu-ibu pengajian, arisan, atau rombongan sekolah misalnya karena mau puasa ini jadi jalan-jalan dulu," ungkap Dina, Selasa (23/3).

Tentunya, konsep paket lokal ini menjadi sedikit kelegaan bagi Dina yang berbulan-bulan tidak mendapatkan penghasilan dari usaha travel yang kini untuk pemesanan tiket hanya meningkat 2-3 persen.
Peningkatan sama juga turut dirasakan Efata Tour And Travel, Jalan Letjen Jamin Ginting, Medan Baru, mengalami peningkatan sebanyak 20 persen.

Staf travel, Fitri mengungkapkan, memasuki bulan ketiga di 2021, Efata Tour And Travel mengalami peningkatan sebanyak 20 persen. Namun saat ini belum menerima penerbangan luar negeri.

"Ada peningkatan cuma tidak terlalu banyak paling sekitar 20 persen dibanding tahun lalu anjlok sekali. Kalau untuk saat ini kita belum ada layani untuk penerbangan luar negeri karena lockdown," ungkap Fitri.

Untuk menutupi itu, Fitri menuturkan jika pihak Efata Tour mendapat pendapatan dari rental mobil jika ada pemesanan ke wisata lokal seperti Brastagi maupun Danau Toba dari pemesan yang ingin berwisata.(cr13)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved