Breaking News:

Diklat 3 in 1 Diikuti 6448 Peserta, BPSDMI Fasilitasi Peserta Disabilitas Pelatihan Keterampilan

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggelar Diklat 3in1 yang meliputi pelatihan, sertifikasi kompetensi

TRIBUN MEDAN/Kartika
Pembukaan pelaksanaan Diklat 3in1 yang diikuti oleh 7 Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual, Rabu (24/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggelar Diklat 3in1 yang meliputi pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan secara virtual melalui Zoom, Rabu (24/3/2021).

Pelatihan ini diikuti sebanyak 6.448 peserta yang mencakup 16 provinsi dan 70 kabupaten/kota serta melibatkan 83 industri dan 32 dinas kabupaten/kota.

Adapun 7 BDI yang berpartisipasi diantaranya BDI Medan sebanyak 950 orang, BDI Padang sebanyak 530 orang, BDI Jakarta sebanyak 980 orang, BDI Yogyakarta sebanyak 1705 orang, BDI Surabaya sebanyak 1075 orang, BDI Denpasar sebanyak 558 orang, dan BDI Makassar sebanyak 650 orang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Pembukan Diklat 3 in 1 ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sebagai wujud pemerintah untuk mempersiapkan tenaga kerja untuk kebutuhan industri.

"Diklat 3 in 1 Berbasis Kompetensi sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing," ungkap Agus.

BDI Medan mengikutsertakan sebanyak 950 orang untuk diklat operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit, operator produksi olahan makanan dan operator material handling.

Dikatakan Agus bahwa dalam menghadapi industri 4.0 ini memerlukan keterampilan dasar untuk dapat berguna di dunia kerja nantinya.

"Era revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah kita jalani menuntut SDM yang cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital. Untuk itu diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini," ujarnya.

Walaupun dilakukan secara virtual, peserta pelatihan tampak antusias untuk mengikuti kegiatan ini.

Namun ternyata, pelatihan ini juga diikuti oleh peserta disabilitas sebanyak 67 orang yang terdiri dari 2 orang mengikuti Diklat Operator Mesin Garmen yang diselenggarakan BDI Jakarta 30 orang mengikuti jahit upper alas kaki dan 35 orang finishing furniture di Yogyakarta.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved