Breaking News:

Menko Luhut Panjaitan Perintahkan Berangus Keramba Berlebihan di Danau Toba

Untuk menjaga ekosistem Danau Toba, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan akan memberangus Keramba Jaring Apung (KJA) yang berlebihan.

TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Menko Marves Luhut Panjaitan sambangi lahan Food Estate di Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas pada Selasa (23/3/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, HUMBAHAS - Untuk menjaga ekosistem Danau Toba, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan akan memberangus Keramba Jaring Apung (KJA) yang berlebihan.

Hal ini ia sampaikan saat menyambangi lahan baru food estate di Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada Selasa (23/3/2021).

Ia menyampaikan bahwa eceng gondok akan dijadikan sebagai kompos atau pupuk organik yang akan digunakan di lahan food estate.

“Saya minta tadi Pak Simanjuntak membuat perencanaan pembuatan kompos dari eceng gondok sekaligus membersihkan Danau Toba. Buang keramba-keramba yang sudah berlebihan, dan itu saya kira membangun ekosistem yang lebih bagus lagi,” ungkapnya pada Selasa (23/3/2021) saat berada di lahan food estate, Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas pada Selasa (23/3/2021).

Selain menyediakan kompos atau pupuk organik berbahan eceng gondok, pihaknya juga akan menyediakan pupuk dari bahan dasar belatung.

Ia juga menegaskan kepada Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor untuk mengakomodasi pembuatan inovasi pupuk organik berbahan eceng gondok dan belatung tersebut.

“Ini akan kita kerjakan secara bersama-sama. Itu akan membuat kelebihan daerah ini. Semua kita coba, kita semua bekerja dalam satu tim, dan sekali lagi kita harus bangga jadi orang Indonesia,” sambung Luhut Panjaitan.

Menyoal perluasan KJA di kawasan Balige hingga Porsea, seorang warga kawasan perairan Danau Toba Julius Siahaan (54) mengatakan bahwa pertumbuhan eceng gondok sejalan dengan perluasan KJA di perairan Danau Toba.

"Pada masa Bupati Monang Sitorus, ada pembersihan secara besar-besaran eceng gondok di perairan Danau Toba. Kalau sebelumnya pada tahun 2006 hingga 2008, KJA di kawasan kita ini sangat banyak, khususnya daerah kita ini Balige hingga Porsea," ujar Julius Siahaan, beberapa waktu lalu.

"Artinya, eceng gondok itu bisa bertumbuh dengan banyaknya sisa pelet atau pakan ikan di dari keramba jaringan apung itu. Makanya, kalau semakin sedikit KJA di Danau Toba, eceng gondok makin sedikit dan ekosistem danau pun makin bagus," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved