Pear Madu China Rajai Buah Impor di Kota Medan

“Sekarang ini udah turun sekitar 50 persen lah, sebelum pandemi dulu bisa laku dua kali lipatnya,” ujar Sahlan, pemilik grosir buah, Rabu (24/3/2021)

Tribun Medan / Dian
Seorang pedagang buah sedang menunggu pembeli, lokasi di Simpang Tuasan, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Rabu (24/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pear madu yang di impor dari China merupakan buah dengan tingkat penjualan terbanyak pada kalangan pedagang buah di Kota Medan. 

Berdasarkan pantuan Tribun Medan di berbagai sentra penjualan buah, pajangan buah pear madu terlihat lebih banyak dibandingkan buah impor lainnya.

Keadaan ini memperlihatkan tingginya permintaan terhadap konsumsi buah pear madu.

Seorang pedagang buah di Pasar Raya MMTC, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, saat ini bisa menjual pear madu rata-rata 500 kg per hari.

“Sekarang ini udah turun sekitar 50 persen lah, sebelum pandemi dulu bisa laku dua kali lipatnya,” ujar Sahlan, pemilik grosir buah, Rabu (24/3/2021)

Walaupun harganya sudah naik sejak awal pandemi, kini pear madu menjadi buah impor paling banyak dijual, karena merupakan buah impor yang paling umum dikonsumsi masyarakat. 

Sementara itu, pedagang buah lain yang berjualan di sekitar Simpang Tuasan, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, menyampaikan hal serupa.

Suasana para pedagang buah di Pasar Raya MMTC, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (24/3/2021)
Suasana para pedagang buah di Pasar Raya MMTC, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (24/3/2021) (Tribun Medan / Dian)

“Kami ecer pear madu rata-rata laku 50 kg untuk dua hari,” ujar Fadil, penjual buah eceran, Rabu (24/3/2021).

Pembeli pear madu pun kebanyakan berasal dari perorangan.

“Orang lebih banyak beli untuk langsung dikonsumsi, makanya pembeli lebih banyak dari perorangan dibandingkan tukang jus.” Ujarnya menambahkan.

Selain di grosir dan pedagang eceran, pear madu juga termasuk buah impor yang cukup laris di pasar swalayan.

Penjualannya mencapai 3 - 4 kg per hari, penjualannya berimbang dengan lemon yang juga merupakan buah impor.

“Buah impor yang lumayan laris saat ini lemon, kemudian pear.” Ujar Herman, Kepala Pasar Swalayan Maju Bersama, Komplek MMTC, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (24/3/2021).

Ia juga menyampaikan penjualan tertinggi untuk buah impor terjadi saat awal adanya pandemi, sekitar April 2020.

“Saat itu penjualan buah impor seperti lemon dan pear, kira-kira dua kali lipatnya lah, mungkin karena saat itu orang-orang butuh banyak asupan vitamin,” ujarnya menambahkan.

(cr15/ tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved