Breaking News:

Kejatisu Tahan Bolusson Pasaribu, Terkait Kasus Korupsi Pelepasan Hutan Lindung Tele

Seorang mantan kepala desa dari Kabupaten Samosir ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Samosir karena kasus korupsi.

HO / Tribun Medan
Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melakukan penahanan terhadap seorang tersangka inisial Bolusson Pasaribu selaku Kepala Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Bolusson Pasaribu, mantan kepala desa dari Kabupaten Samosir ditahan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara karena kasus korupsi.

Pihak Kejari Samosir menyebutkan mantan kepala desa tersebut ditahan karena diduga terlibat pelepasan hutan lindung di Kawasan Hutan Tele.

"Pada hari ini, Kamis (25/3/2021), Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melakukan penahanan terhadap seorang tersangka inisial  BPP selaku Kepala Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir," ujar Kasi Intel Kejari Samosir Tulus Tampubolon saat dikonfirmasi Tribunmedan.id pada Kamis (25/3/2021).

Ia menjelaskan bahwa kasus kepala desa tersebut akibat pelepasan hutan lindung seluas 350 hektar.

"Tersangka BPP selaku Kepala Desa Partungko Naginjang telah melakukan tindak pidana Korupsi. Perbuatan tersangka diduga melakukan Pelepasan Hutan Lindung di Kawasan Hutan Tele di Desa Partungko Naginjang pada Tahun 2003 sampai dengan 2013 seluas 350 Ha," sambung Tulus Tampubolon.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait pasal yang disangkakan terhadap tersangka.

"Pasal yang di Sangkakan pada tersangka pasal 2 dan pasal 3 UU NO. 31 Tahun 99 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana telah diubah dengan UU no. 20 Tahun 2001 Jo pasal 55 ke 1 KHUP Pidana," ungkapnya.

"Selanjutnya Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut menahan tersangka BPP sesuai Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara No: Print-06/L.2/Fd.1/03/2021 tanggal 25 Maret 2021 selama 20 Hari dan di titip di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Kepolisian Daerah Sumatera Utara," lanjutnya

Ia menjelaskan bahwa  tersangka Bolusson Pasaribu sebagai Kepala Desa Partungko Naginjang kawasan Hutan Tele telah melakukan dan menghimpun masyarakat sebanyak 293 Orang untuk mengajukan izin membuka Lahan atau Tanah di Desa Kawasan Hutan Tele Desa Partungko Naginjang dan mengutip Rp 600 ribu per orang.

"Uang senilai Enam Ratus Ribu per orang yang kemudian uang tersebut diserahkan kepada Tim Penataan dan Pengaturan Kawasan Hutan Tele di Desa Partungko Naginjang," sambungnya.

"Bahwa tersangka BPP mengajukan nama-nama masyarakat yang hendak mengajukan izin membuka lahan atau tanah ke dalam 7 kelompok beserta lahan yang hendak digarap," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Berita Populer
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved