Gempa Samosir

MENDADAK Samosir Diguncang Puluhan Gempa pada 2021, Netizen Ungkit Dahsyatnya Letusan Gunung Toba

W Gede Sumarta: yang membuat panik adalah gempa tersebut terjadi di tempat yg pernah membuat bumi hampir kiamat. Semoga saja Toba tetap tenang.

Editor: Tariden Turnip
bmkg
MENDADAK Samosir Diguncang Puluhan Gempa pada 2021, Netizen Ungkit Dahsyatnya Letusan Gunung Toba . 29 gempa mengguncang Samosir pada 2021 

TRIBUN-MEDAN.COM - MENDADAK Samosir Diguncang Puluhan Gempa pada 2021, Netizen Ungkit Dahsyatnya Letusan Gunung Toba

Memasuki 2021 mendadak Pulau Samosir diguncang puluhan gempa dangkal yang membuat netizen panik dan mengaitkan gempa ini dengan letusan supervolcano Toba 74.000 tahun lalu.

Letusan supervolcano Toba 74.000 tahun lalu hampir membuat dunia kiamat hingga akhirnya Pulau Samosir terbentuk seperti sekarang. 

Sejak 1 Januari 2021 hingga 25 Maret 2021 saja Samosir sudah diguncang 29 kali gempabumi dengan kekuatan bervariasi antara 1.6 - 3.9 SR.

Kamis, 25 Maret 2021 saja ada empat gempa yang terjadi berdekatan.

-Gempa Mag:2.6 SR, 25-Mar-21 01:21:58 WIB, Lok:2.50 LU,98.80 BT (17 km Tenggara SAMOSIR-SUMUT), Kedlmn:1 Km

- Gempa Mag:1.8 SR, 25-Mar-21 01:20:10 WIB, Lok:2.48 LU,98.87 BT (19 km BaratLaut TOBASAMOSIR-SUMUT), Kedlmn:2 Km

- Gempa Mag:2.2 SR, 25-Mar-21 01:11:57 WIB, Lok:2.46 LU,98.88 BT (17 km BaratLaut TOBASAMOSIR-SUMUT), Kedlmn:1 Km

- Gempa Mag:1.8 SR, 25-Mar-21 01:25:44 WIB, Lok:2.50 LU,98.86 BT (22 km BaratLaut TOBASAMOSIR-SUMUT), Kedlmn:3 Km 

Sedangkan gempa terkuat selama 2021 terjadi, Senin, 15 Maret 2021, pukul 00:20:24 WIB,  berkekuatan 3.9 di lokasi 2.55 LU, 98.82 BT.

Pusat gempa berada di darat 15 km Tenggara Samosir pada kedalaman 5 Km.

Kekuatan guncangan dirasakan II MMI di Pulau II Samosir.

Level II MMI artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Padahal 2019 hingga 2020, Pulau Samosir relatif tenang hanya diguncang lima gempa.

Bahkan seorang netizen membagikan daftar gempa Samosir 2019 hingga 2020 yang berjumlah lima kali.  

Meski kekuatan gempa yang terjadi sejak 1 Januari 2021 hingga 25 Maret 2021, kekuatannya tidak besar, tapi pusat gempanya sangat dangkal hingga level getaran dirasakan warga.

''Gempabumi Samosir dapat dikatakan menjurus gempabumi swarm karena gempa yang terjadi sangat banyak tetapi tidak ada gempabumi utamanya (mainshock) dengan magnitudo yang mencolok,'' tulis BMKG dalam rilisnya.

''Jika mengamati cluster sebaran epicenter gempabuminya, pusat gempa aktivitasnya sangat lokal dengan kedalaman dangkal.''

BMKG Medan menyatakan deretan gempabumi Samosir 2021 merupakan fenomena tektonik yang biasa terjadi di daerah yang memiliki sesar sesar lokal.

Namun BMKG Medan mengakui gempabumi Samosir 2021 masih memerlukan kajian lebih lanjut karena hingga saat ini data dukung yang ada masih terbatas.

Selain itu, diperlukan survei lanjutan untuk mengetahui detail kondisi tektonik di Samosir.

'' Kami menghimbau masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan dengan adanya kejadian ini. Masyarakat dipersilahkan untuk menghubungi BMKG Medan untuk mendapatkan informasi yang benar.''

Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti menikmati pemandangan Danau Toba, di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis (12/3/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti menikmati pemandangan Danau Toba, di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis (12/3/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Di grup-grup info gempa dan bencana alam, gempa beruntun Samosir memicu diskusi hangat mengingat sejarah letusan supervolcano Toba.

W Gede Sumarta: yang membuat panik adalah gempa tersebut terjadi di tempat yg pernah membuat bumi hampir kiamat. Semoga saja Toba tetap tenang.

Surya Loverida:  "mengisi tenaga " TOBA

Ida Rize: adakah tanda2 gunung Toba erupsi ?

Melansir kompas.id, dalam artikel berjudul: Danau Toba Surga Kaldera Dunia, disebutkan proses letusan superbesar yang membentuk Danau Toba terjadi tiga kali.

Letusan pertama terjadi 840.000 tahun lalu.

Pusat letusannya di sebelah selatan Toba (wilayah Porsea) yang menghamburkan material letusan sebesar 500 kilometer kubik dan endapannya disebut sebagai Tufa Toba Tua (Old Toba Tuff/OTT).

Lalu, letusan superbesar terjadi kembali 74.000 tahun lalu dengan pusat letusan kira-kira di tengah Samosir sekarang.

Anak-anak pergi sekolah dengan menumpang kapal mesin di perairan Danau Toba Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir Sumatera Utara.
Anak-anak pergi sekolah dengan menumpang kapal mesin di perairan Danau Toba Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir Sumatera Utara. (KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ)

Volume material yang diletuskan mencapai total 2.800 kilometer kubik. Endapannya disebut Tufa Toba Muda (Young Toba Tuff/YTT).

Kedua letusan superbesar, yakni OTT dan YTT, ini yang akhirnya membentuk Kaldera Toba yang kita lihat saat ini.

Sebagai catatan, di antara letusan OTT dan YTT terdapat satu letusan besar, tetapi tidak sebesar OTT ataupun YTT, terjadi sekitar 500.000 tahun lalu, dengan pusat letusan di lokasi Gunung Haranggaol (pernah meletus sebelumnya). Endapannya disebut oleh para ahli sebagai Tufa Toba Tengah (Middle Toba Tuff/MTT).

Coba saja bayangkan, setelah kejadian 74.000 tahun lalu itu, terjadi amblesan dan membentuk Kaldera Toba. Lama-kelamaan terisi air, menjadi Danau Toba, dan belum ada yang namanya Pulau Samosir. Benar-benar masih berupa danau.

Pulau Samosir pada awalnya adalah dasar danau dari Kaldera Toba, yang kemudian terdorong ke atas oleh magma dan terangkat sehingga menjadi pulau di tengah danau seperti yang kita lihat saat ini. Proses terangkatnya Samosir baru mulai terjadi sekitar 33.000 tahun lalu. Artinya, antara 74.000 tahun lalu sampai 33.000 tahun lalu, Danau Toba belum mempunyai pulau di tengahnya.

Peneliti mengungkap letusan gunung api super Toba, merupakan letusan terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia.

Dalam letusan itu, 2.800 kilometer kubik abu vulkanik dilepaskan ke atmosfer, memicu tahun tanpa musim panas di Eropa, serta membuat manusia di ambang kepunahan. (*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved