Breaking News:

News Video

MIRIS Sudah Bertahun-tahun Sungai Bedera Dipenuhi Sampah hingga Air Berwarna Hitam

Bertahun-tahun nelayan yang tinggal di sekitar Sungai Bederah dipenuhi sampah hingga airnya berwarna hitam dan berbau

TRIBUN-MEDAN.COM - Bertahun-tahun nelayan yang tinggal di sekitar Sungai Bedera, Jalan Kapten Rahmad Buddin Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan mengaku kesulitan mencari nafkah.

Pasalnya, warna sungai yang hitam pekat dan banyaknya sampah yang memenuhi sungai kerap menghambat perahu mereka untuk melintas saat akan pergi bekerja.

Terlebih, air sungai yang penuh limbah menjadikan kulit terasa gatal dan memerah.

Seorang nelayan, Fadlan mengeluhkan banyaknya sampah menghambat perahunya saat akan bekerja.

Ia mengatakan, sampah dan limbah mulai memenuhi sungai sejak sekitar tiga tahun lalu.

"Sudah lama lah ini. Sekitar tiga tahun yang lalu. Banyak kali sampah begini, sungainya pun kotor dan hitam pekat seperti ini. Kita jadi susah bawa kapal kalau mau bekerja, karena banyak kali tumpukan sampahnya," ujar laki-laki berusia 38 tahun ini saat ditemui sedang mengurus perahunya di jembatan yang melintasi Sungai Bederah, Jalan Kapten Rahmad Buddin, Marelan, Kamis (25/3/2021).

Sampah yang terlalu banyak, kata Fadlan kerap menyangkut di mesin kapalnya.

Sehingga beberapa menit sekali dirinya dan nelayan yang lain harus membersihkan mesin agar bisa terus menjalankan kapal.

"Ya terhambat juga, dikit-dikit nanti nyangkut dia dimesin, terpaksalah turun, cabut dulu sampahnya baru jalan lagi. Gitu-gitu aja terus," katanya.

Fadlan mengatakan, sampah yang menggenangi sungai tersebut tidak pernah habis.

Jika air pasang, kata dia, sampah kerap meminggir ke tepi, sementara jika surut, sampah kembali memenuhi aliran.

"Gini-gini aja, kalau pasang dia naik ke pinggir, kalau surut masuk lagi dia. Gitu aja terus, kalau dibiarkan ya begini saja lah sungai ini," jelasnya.

Lebih lanjut Fadlan bercerita, karena kotor dan tercemar, warga sekitar tak lagi bisa menggunakan air Sungai Bederah di dekat rumahnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia mengatakan, bahkan jika hanya terkena tangan atau kakinya saja, air sungai tersebut menyebabkan rasa gatal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved