Breaking News:

Polisi Buru OKP yang Serang BKSDA Sumut yang Hendak Menyelamatkan Orangutan di Binjai

Sedangkan proses penyelamatan satwa dilindungi sudah berhasil dilakukan setelah mendapat dampingan dari aparat kepolisian setempat.

HO
Anak orangutan yang dikuasai diduga oknum Ketua OKP di Kota Binjai 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Unit Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku pelemparan mobil milik Tim BKSDA, Kamis (25/3/2021).

Hal ini menyusul penyerangan yang dilakukan OTK dengan melempari mobil BKSDA dan mitra hingga rusak saat mengevakuasi satwa dilindungi dari rumah Ketua OKP, J Payo.

"Siapa pelaku pengerusakan mobil masih penyelidikan. Kasus ini ditangani Unit Reskrim. Ada tiga saksi sudah diperiksa, kalau soal satwa dilindungi kami serahkan kepada Tim BKSDA dan mitra," kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama.

Pelaku teror pelemparan mobil Tim BKSDA dan mitra hingga saat ini masih bebas berkeliaran.

Sedangkan proses penyelamatan satwa dilindungi sudah berhasil dilakukan setelah mendapat dampingan dari aparat kepolisian setempat.

Dari rumah J Payo, proses evakuasi satwa sempat alot. Namun, setelah didampingi aparat, Tim BKSDA dan mitra berhasil membawa pulang Orang Utan, dua ekor burung elang, dan seekor burung beo yang dilindungi. 

Kepala Bagian BKSDA, Teguh diminta keterangan terkait sosok pelaku teror tidak berani menyimpulkan bahwa kejadian ini berkaitan dengan pemilik satwa dilindungi.

Katanya, yang pasti OTK, tanpa mengaitkan bahwa terduga pelaku anggota OKP yang dipimpin oleh J Payo.

"Kejadiannya sekitar 500an meter setelah kami berangkat menemui pemilik satwa, namun OTK itu siapa kami serahkan kepada pihak Polres Binjai. Mobil mitra kami yang diserang dilempar batu, syukurnya tidak ada yang terluka," katanya.

Diketahui robongan BKSDA Sumut, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan Oranguta Informasi Centre (OIC)-SRA mendapat aksi teror sepulang melakukan evakuasi satwa dilindungi dari rumah oknum ketua OKP di Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan, Senin (22/3).

Batu sebesar tangan menembus kaca mobil yang ditumpangi mereka.

(Dyk/tribun-medan.com) 

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved