Breaking News:

Suarasama Rilis Syair Cinta, Membaca Ulang Pesan Boris Pasternak

Boris Leonidovich Pasternak (1890-1960) adalah seorang penulis, novelis dan penyair besar asal Rusia.

Tribun Medan/HO
Rithaony Hutajulu dan Irwansyah Harahap dari Suarasama. 

MEDAN, TRIBUN-Boris Leonidovich Pasternak (1890-1960) adalah seorang penulis, novelis dan penyair besar asal Rusia.

Buah dari karya-karya tulisannya telah dikenal di dunia dan telah mewarnai pemikiran para sastrawan dunia generasi berikutnya. Salah satu karya monumental yang pernah dikerjakannya adalah sebuah novel berjudul “Doctor Zhivago”.

Konon, nyaris dua puluh lima tahun lebih karya novelnya terlarang di negeri asalnya, namun mendapat perhatian besar di negara-negara lainnya.

Pertama kali dicetak dan diterbitkan di Italia; karya novelnya “Doctor Zhivago” pun kemudian banyak diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk versi dalam bahasa Indonesia. Kisah perjalanan hidup dan karyanya telah mengantarkan Boris Pasternak sebagai penerima anugerah bergengsi dunia, Nobel Kesusastraan pada tahun 1958.

Di usianya yang kedua puluh lima tahun, kelompok musik Suarasama yang dimotori oleh pasangan suami-istri Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu ini akan menerbitkan satu lagu single terbaru mereka berjudul “Syair Cinta”.

Suarasama telah memproduksi empat album musik: “Fajar Di Atas Awan” (1998, 2018), “Rites of Passage” (2002); “Lebah” (2008); dan “Timeline” (2013). Album “Fajar di Atas Awan” diproduksi dalam bentukkeping CD oleh Radio France Internationale (RFI), France 1998.

Satu lagu berjudul “Fajar di Atas Awan” yang terdapat di dalam album tersebut juga dipublikasi sebagai lagu penutup dalam Music of Indonesia 20: Indonesian Guitars by the Smithsonian Folkways Recording, 1999 in Washington DC, USA.  Di tahun 2008 album yang sama diterbitkan ulang dalam bentuk  CD dan LP oleh Dragcity Chicago dan didistribusikan ke beberapa negara. 

Album musik Suarasama “Fajar di Atas Awan” dianggap sebagai “One of the 5 best World Music album of the year” oleh San Francisco Chronicle (SFGate.Com);  “One of the 10 best World Music album Of the Year” olehUnCut Magazine, London dan  “One of the 10 Best Album of October, 2008” oleh Global Rhythm Magazine, USA.

Karya musik Suarasama juga dipakai sebagai bagian dari isi dan ilustrasi dari film “[un]COMMON SOUNDS : exploring the contribution of music and the arts in fostering sustainable peacebuilding among Muslims and Christians”, oleh Fuller Theological Seminary, USA (2013). Irwansyah Harahap sendiri telah mendapat anugerah kebudayaan Kemendikbud RI sebagai pelopor world music di Indonesia tahun 2017.

 “Kami ingin menghadirkan kembali karya-karya inspiratif terdahulu tentang semangat kebebasan dan kemanusiaan. Membaca novel ‘Doctor Zhivago’ rasanya kita dikembalikan pada sebuah imajinasi tentang retorika, dialektika, serta dinamika kekuasaan, kebebasan, ketertindasan, kemerdekaan dan kemanusiaan saling berkelindan. Menurutku, hari ini kita melihat berbagai persoalan kehidupan masih terjebak dengan berbagai persoalan yang sama,” katanya.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved