Breaking News:

UISU-UPP Saber Pungli Provsu Bentuk Relawan

Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan Unit Pemberantasan Pungutan (UPP) Pungutan Liar Provsu sepakat melakukan penandatanganan MoU

Editor: Ismail
DOK Humas UISU
Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin MAP menyerahkan plakat kepada Ketua UPP Saber Pungsi Provsu Kombes Pol Armia Fahmi MH saat sosialisasi di Auditorium UISU Jalan SM Raja Medan kemarin (25/3) 

RIBUNMEDAN.ID, MEDAN - Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan Unit Pemberantasan Pungutan (UPP) Pungutan Liar Provsu sepakat melakukan penandatanganan Perjanjian kerjasama dalam rangka pemberantasan pungli salah satunya dengan membentuk relawan atau duta pungli dari kalangan mahasiswa yang ada di 9 Fakultas yang ada di UISU.

Penandatanganan itu dilakukan bersamaan dengan kegiatan sosialisasi yang digelar di Auditorium UISU Jalan SM Raja Medan kemarin (25/3).

Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin MAP sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UISU dalam rangka ikut berkontribusi dan membantu pemerintah dalam pemberatasan pungli di Sumatera Utara.

“Atas nama pimpinan UISU mengucapkan terimakasih kepada UPP Saber Pungli yang telah memberikan kepercayaan kepada UISU hingga kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana,” ujar Rektor dalam kegiatan Sosialisasi Saber Pungli di Lingkungan UISU.

Hadir dalam kegiatan itu, Pimpinan Universitas serta seluruh Dekan yang ada di lingkungan UISU, dosen dan mahasiswa dari masing-masing Fakultas. Selain itu juga hadir Ketua UPP Saber Pungsi Provsu Kombes Pol Armia Fahmi MH.

Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut yakni Kepada Inspektorat Provsu Lasro Marbun, SH, M.Hum, Ka. Pokja Pencegahan UPP Provsu AKBP Parluatan Siregar, MH, Ka Pokja Yustisi UPP Provsu Belman Tindaon, SH.

Dijelaskan Rektor UISU bahwa pihaknya sepakat dan sangat mendukung kegiatan sosialisasi ini dalam upaya pemberantasan pungli di tengah-tengah masyarakat dan kampus.

“Kita menyadari bahwa tindakan yang masuk dalam kategori pungli merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi jika dikaitkan dengan lingkungan akademi, tindakan pungutan liar jelas-jelas merusak dan melanggar etika akademik,” tegas Rektor. 

Rektor berharap kegiatan sosialisasi yang akan dilakukan itu dapat memberikan penguatan pemahaman dan penguatan pengetahuan kepada seluruh civitas akademika UISU.

“Kegiatan ini juga dalam rangka mewujudkan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar,” tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved