Sandiaga Uno Kunjungi Kaldera Toba

30 Peserta Diklat Hospility Akan Belajar di Bali April Mendatang, Ini Pesan Sandiaga Uno

Secara terang-terangan, ia mengungkapkan bagaimana seorang pelayan yang bagus di bidang pariwisata, secara khusus di kawasan Danau Toba.

Penulis: Maurits Pardosi |

30 Peserta Diklat Hospility Akan Belajar di Bali April Mendatang, Ini Pesan Sandiaga Uno

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sampaikan pesan kepada 30 peserta Diklat Hospility yang akan berangkat ke Bali pada tanggal 10 April 2021 mendatang.

Ia berharap para peserta yang akan berangkat jangan melupakan kearifan lokal Toba walau tengah mencicipi pendidikan di Politeknik Pariwisata Bali sejak bulan April mendatang.

“Kita belajar di sana dan jangan pernah lupa kearifan lokal kita di sini. Saya memastikan bahwa saat adik-adik datang atau kembali ke sini, pengembangan pariwisata dengan SDM yang berkualitas,” ujar Menteri Sandiaga Uno saat bersama para peserta Diklat Hospility pada Jumat (26/3/2021).

Secara terang-terangan, ia mengungkapkan bagaimana seorang pelayan yang bagus di bidang pariwisata, secara khusus di kawasan Danau Toba.

“Kita akan melepas 30 peserta Diklat Hospility dari Kawasan Danau Toba ke Poltekpar di Bali. Ini merupakan dukungan konkrit untuk meningkatkan kualitas SDM destinasi pariwisata dari KSPN,” sambungnya.

Pembelajaran selama 8 bulan di Bali akan menjadi modal utama menerima tamu atau pengunjung ke Danau Toba. Ia yakin bahwa Danau Toba akan populer Bali bila keramahan di kawasan Toba meningkat.

“Dan saya yakin, kita akan banyak belajar di Bali. Kita nanti di sana selama 8 bulan. Danau Toba tidak kalah dengan Bali. Danau Toba, Insya Allah kalau kita kerja keras, kerja tuntas, kerja cerdas, kita kerja ikhlas, mudah-mudahan Danau Toba ini seterkenal Bali,” sambungnya.

Setelah melihat reaksi para peserta didik, Menteri Sandiaga Uno juga bersemangat menjelaskan bagaimana seorang penerima tamu yang baik. Ia menekankan semangat melayani.

“Kita akan belajar di sana bagaimana pelayanan, bagaimana kalau jam 12 tamu datang, kita bisa senyum walau badan capek. Tapi, kita tetap memberikan pelayanan terbaik. Itu di Bali, tapi bisa juga di Danau Toba ini karena budaya dan kearifan lokal di Danau Toba ini adalah melayani,” ungkapnya.

Terlihat, para peserta bersemangat dan tertawa saat Menteri Sandiaga Uno menerangkan bagaimana seorang pelayan menjamu tamu. Rasa hormat dan sikap saling menolong itu akan membantu peningkatan jumlah wisatawan ke Danau Toba.

“Saya yakin, di Danau Toba ini kearifan lokalnya sangat baik. Memang banyak terkenal di luar sana di Jakarta, lelucon-kelucon bahwa pelayanan di Toba ini tidak sebaik di Bali. Tapi, saya yakin dengan teman-teman berangkat, merasakan di Bali, kearifan di Danau Toba ini memiliki sikap hormat, budaya tolong-menolong, dan apalagi kalau yang datang itu dianggap tulang (paman),” lanjutnya.

Sebelumnya, ia melihat secara langsung program pembangunan yang akan dilakukan di kawasan BPODT dalam waktu dekat ini. Pihak BPODT terlihat memperkenalkan pembangunan melalui peta yang sudah disiapkan di lokasi tersebut.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved