Breaking News:

DINAMIKA Calon Wakil Wali Kota Binjai Pengganti, Golkar Sumut Tetapkan Dua Nama

Dinamika Calon Wakil Wali Kota Binjai pengganti periode 2021-2024 terus bergulir.

Dedy Kurniawan
Wakil Wali Kota Binjai Amir Hamzah 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinamika Calon Wakil Wali Kota Binjai pengganti periode 2021-2024 terus bergulir.

Sejauh ini DPD Partai Golkar Sumatera Utara telah menetapkan dua nama.

Dua nama tersebut adalah kader partai yakni anggota DPRD Sumut Rizky Yunanda Sitepu dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Hamdani Syahputra.

Ketua Koordinator Bidang Kepartaian DPD Partai Golkar Sumut, M Hanafiah Harahap mengatakan, kedua nama tersebut telah diusulkan ke DPP Partai Golkar agar selanjutnya mendapatkan persetujuan.

"Kedua nama tersebut adalah unsur Wakil Ketua Partai Golkar Sumut. Insya Allah dalam waktu dekat ini, kita akan mendapatkan surat keputusan dari DPP terkait kedua nama yang telah diusulkan tersebut," kata Hanafiah, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Air Mata Kesedihan Desiree Tarigan saat Diusir Hotma Sitompul dari Rumah, Desiree: Saya Diusir. . .

Baca juga: Rumah Dinas USU Disulap Jadi Bisnis Indekos, Pemilik Bisa Dapat Rp 42,5 juta per Tahun

Baca juga: Usai Ditinjau Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu, Pengorekan Parit di Simpang Pos dan Jahe Raya Dikebut

Menurut Hanafiah, kedua nama yang diusulkan tersebut kabarnya telah mendapat persetujuan dari partai politik pengusung pasangan Juliadi (almarhum)-Amir Hamzah pada Pilkada Binjai 2020 lalu, yakni Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Di DPRD Binjai, Partai Golkar memeroleh enam kursi, Partai Demokrat tiga kursi, dan PPP dua kursi.

"Kedua nama yang diusulkan adalah hak dan kewenangan dari wakil wali kota (Amir Hamzah) yang segera diambil sumpah sebagai wali kota. Dan yang bersangkutan sebagai wali kota, mengusulkan nama-nama ke DPRD BInjai dan dipilih di forum paripurna nantinya," ungkapnya.

Sementara adapun mekanisme wakil kepala daerah pengganti ini, tertuang dalam Pasal 176 ayat (1) UU No 10 Tahun 2016 disebutkan bahwa jika wakil gubernur, wakil bupati, atau wakil wali kota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan maka pengisian jabatan tersebut akan dilakukan mekanisme pemilihan oleh DPRD setempat berdasarkan usulan dari partai politik.

Diketahui Wali Kota Binjai terpilih, Juliadi meninggal dunia pada 9 Februari 2021 akibat terpapar covid-19.

Sehingga pada 26 Februari lalu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi hanya melantik Amir Hamzah sebagai Wakil Wali Kota Binjai. Teranyar pada 5 Maret 2021 Amir Hamzah telah ditetapkan sebagai Plt Wali Kota Binjai.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved