Breaking News:

Sandiaga Uno Kunjungi Kaldera Toba

Selaraskan Rencana BPODT, Sandiaga Uno Berangkatkan Pemuda di Toba Ikut Diklat Hospitality ke Bali

Direktur destinasi BPODT Tata S Ridwanullah membeberkan program pembangunan di kawasan Danau Toba kepada Menteri Sandiaga Uno

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Menteri Sandiaga Uno melihat secara langsung perencanaan pembangunan di kawasan BPODT saat sambangi Kaldera, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba pada Jumat (26/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Direktur destinasi Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Tata S Ridwanullah membeberkan program pembangunan di kawasan Danau Toba kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Terlihat, Menteri Sandiaga Uno menyimak secara seksama dan sesekali bertanya kepada pihak BPODT terkait pemetaan pembangunan yang akan berlangsung.

“Kita berharap pariwisata menjadi lokomotif pembangunan bagi masyarakat di kawasan Danau Toba. Selain membangun infrastruktur, kita juga akan membangun SDM. Kita akan lepas siswa-siswi yang terpilih untuk berinteraksi langsung di Bali,” ujar Menteri Sandiaga Uno pada Jumat (26/3/2021).

Usai acara pemberangkatan para peserta diklat ke Bali selama 8 bulan, Tata S Ridwanullah menjelaskan secara rinci program pembangunan yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Namun, secara detail ia tidak menyampaikan kapan pembangunan akan dimulai.

“Tahun ini, kita akan bangun perkantoran, kantor pengelola dimana kami akan bangun kantor kementerian dan lembaga sebagai kantor bersama. Tadi kita sudah liat lokasinya di central village ya. Dan, saya juga jelaskan kepada Pak Menteri untuk kawasan kita ini yang dibagi menjadi tiga konsep; utara, tengah (centra village) dan selatan,” ujar Tata saat dikonfirmasi Tribunmedan.id usai pemberangkatan peserta Diklat, Jumat (26/3/2021).

Ia menjelaskan sejumlah bangunan akan didirikan di kawasan BPODT, misalnya perkantoran.

Ia juga menjelaskan adanya pembangunan khusus pengamanan aset negara.

“Kemudian yang tahun ini akan kita bangun adalah kantor, bangunan pengamanan; teman-teman angkatan, kepolisian dan sekuriti juga nanti pagar kawasan. Kenapa, kita bangun karena ini diminta Dirjen Anggaran dan Keuangan Negara untuk pengamanan aset negara. Barangnya adalah Barang Milik Negara (BMN). Itulah yang kami jelaskan kepada Pak Menteri,” ujarnya.

Ujarnya, pembangunan di kawasan BPODT akan memperhatikan lingkungan hidup agar sesuai dengan standar. Secara khusus, ia menyoal penyaringan air dan pengolahan limbah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved