Breaking News:

Kementerian Pertahanan Berencana Bangun Pabrik Senjata dan Amunisi di Batubara

Ada 3 lokasi yang saat ini masih ditinjau oleh Kemenhan, selain Batubara, Kabupaten Maros dan Kabupaten Oki yang terletak di Sulawesi Selatan.

TRIBUN MEDAN/ist
Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Frima meninjau lokasi bersama dengan Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan RI, dan Forkopimda di Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara 

TRIBUN-MEDAN.COM, BATUBARA - Kabupaten Batubara menjadi salah satu yang disurvei kementerian pertahanan untuk lokasi pembangunan pabrik senjata dan amunisi.

Lokasi yang disurvei tersebut berada di Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara.

Kementrian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) melalui Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan RI, Laksamana pertama TNI Sri Yanto, S.T, langsung datang meninjau lokasi. 

Ada 3 lokasi yang saat ini masih ditinjau oleh Kemenhan, selain Batubara, Kabupaten Maros dan Kabupaten Oki yang terletak di Sulawesi Selatan turut berpartisipasi. 

Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Frima mengatakan pendirian pabrik amunisi dan senjata ini dapat berpengaruh besar bagi pendapatan di Kabupaten Batubara.

Pasalnya saat ini Batubara menjadi target investasi bagi investor nasional maupun Internasional. 

"Saat ini Kabupaten Batubara menjadi salah satu daerah tujuan investasi nasional hingga Internasional, atau proyek strategis nasional yang sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Batubara menjadikan masyarakat Kabupaten Batubara masyarakat industri yang sejahtera, mandiri dan berbudaya," ujar Oky, Jumat(26/3/2021). 

Dikatakan Oky, Pemkab Batubara berharap besar kepada Dirjen Pothan Kemenhan RI untuk mendirikan pabrik amunisi di Kabupaten Batubara untuk meningkatkan Investasi agar dapat bermanfaat besar untuk masyarakat. 

"Sehingga dapat membawa manfaat yang sangat besar kepada masyarakat Kabupaten Batu Bara. Salah satunya dapat membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat Batu Bara," harap Oky. 

Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan RI Laksamana Pertama TNI Sri Yanto mengatakan, saat ini ada 141 industri pertahanan di Indonesia, dengan berbagai macam produknya.

Halaman
12
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved