Breaking News:

Baru Tiga Bulan Diperbaiki, Jalan Desa Hancur Lagi, Kondisinya Memperihatinkan

Jalan Desa Sibuntuon, Kecamatan Balige baru tiga bulan diperbaiki. Tapi kondisinya kini hancur lagi dan berantakan

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN
Jalan Desa Sibuntuon, Kecamatan Balige yang baru tiga bulan diperbaiki rusak lagi, Senin (29/3/2021).(TRIBUN MEDAN/MAURITS) 

TRIBUN-MEDAN.com,BALIGE--Warga Desa Sibuntuon, Kecamatan Balige, Kabupaten Tapanuli Utara resah.

Pasalnya, jalan desa yang baru tiga bulan diperbaiki kembali rusak parah dan hancur.

Padahal, kata warga, proses perbaikan dilakukan Desember 2020 lalu. 

"Kapastitas jalan desa ini cuma bisa dilintasi kendaraan tiga ton. Tapi ada pula kendaraan bermuatan tujuh ton melintas. Makanya jalan rusak dan hancur lagi," kata Tahan Siahaan (63), warga setempat, Senin (29/3/2021). 

Baca juga: Duh, Jalan Rusak di Patumbak Makan Korban, Guru Ngaji Terluka Sampai tak Bisa Bicara

Di lokasi, terlihat jalan tersebut bergelombang dan kerikil tampak bermunculan dengan siraman aspal yang relatif tipis. 

Kerikil yang hanya disiram ala kadarnya tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas di atasnya, secara khusus truk bermuatan berat.

Padahal, pembangunan jalan tersebut sudah dinanti selama 10 tahun.

Tahan Siahaan menyampaikan, bahwa pihaknya tidak mengetahui siapa rekanan yang melaksanakan pembangunan jalan.

Baca juga: Aksi Pak Eko, Guru Posting Jalan Rusak, Malah Dimaki Perangkat Desa, Ketakutan: Jangan Nantang Kamu!

Namun, dia berharap pemerintah dapat memberi perhatian atas kondisi jalan saat ini, agar kelancaran mobilisasi yang dinantikan warga bertahun-tahun dapat terbantu. 

"Kami tidak tahu siapa rekanan yang mengerjakan, karena papan proyek nya juga infonya tidak ada. Akibat rusaknya jalan ini kami susahlah kalau jalan apalagi kalau malam, naik motor. Hampir 10 tahun kami menunggu pembangunan jalan dari kondisi yang dulunya rusak parah. Dulu hanya tanah dan bebatuan kecil, dan yang pasti susahlah dilalui dan membuat perjalanan kami terhambat. Tapi, kini jalan itu sudah rusak kembali,” sambungnya.

Setelah melihat kondisi jalan yang semakin parah, ia menyampaikan bahwa masyarakat sekitar telah melayangkan surat keberatan kepada pemerintah Kabupaten Toba pada tanggal 25 Januari 2021.

Meski sudah mengajukan surat, namun Pemkab Toba terkesan tutup mata.

Baca juga: Jalan Rusak Ditargetkan Selesai Dua Tahun, Dinas PU Medan Minta Bantuan Pemprovsu dan Kementrian

Sampai saat ini surat yang disampaikan masyarakat tidak direspon.

"Tidak ada ditanggapi. Kalau soal pembangunan oleh warga, kami tidak keberatan dan malah harus bersyukur jika teman kita mampu membangun,” sambungnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Toba Sikkat Sitompul berjanji akan segera turun ke lapangan guna menindaklanjuti masalah ini. 

"Kenapa bisa rusak secepat itu ya. Nanti, kita turlap lah meninjau lokasi. Jika memang sudah rusak, tentu harus diperbaiki, kan ada biaya perawatannya," kata Sikkat.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved