Breaking News:

News Video

Pengrajin Tradisi, Penenun Ulos Karo di Binjai: Jalan Menyambung Hidup

Di tengah melesunya perekonomian di berbagai sektor tidak menyurutkan semangat para pengrajin tradisi penenun Ulos Karo.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Di tengah melesunya perekonomian di berbagai sektor tidak menyurutkan semangat para pengrajin tradisi penenun Ulos Karo. Di antaranya penenun Ulos Karo yang tergabung dalam kelompok Karya Bunda.

Ketua Kelompok Pengrajin tenun Ulos Karo Karya Bunda, Ade Fitri menceritakan bahwa
Pengrajin tenun Ulos Karo Karya Bunda sudah berdiri pada akhir tahun 2020. Pesertanya rata-rata janda yang masih terus produktif mempertahankan dan melestarikan budaya leluhur mereka.

"Mereka yang tergabung dalam kelompok tersebut mayoritas adalah para Janda tua yang berjuang untuk menghidupi anak dan cucunya. Anggota pengrajin tenun Ulos Karo Karya Bunda berjumlah kurang lebih 40 orang. Mereka semuanya membuat Ulos dengan cara manual," katanya, Selasa (30/3/2021).

"Kami yang berjuang dengan menenun Ulos untuk menyambung hidup mereka. Saat ini jujur kami butuh perhatian dan bantuan pemerintah, Kadisnaker Perindag Kota Binjai beserta anggota DPRD Binjai bisa membantu kami," beber Ade Fitri.

Selain itu, Ade Fitri juga berharap nantinya pengrajin tenun Ulos Karo Karya Bunda ini mempunyai Badan Hukum, dan koperasi mandiri. Sehingga ke depannya dapat terus memotivasi para pengrajin terus produktif meningkat kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan, Hedy Novria sudah mengunjungi puluhan pengrajin Ulos Karo Karya Bunda yang beralamat di Jalan Kutilang, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur. Dia berjanji akan membantu para Penenun Ulos Karo Karya Bunda.

"Alhamdulillah kita bisa temu ramah dengan puluhan Pengrajin Ulos Karo yang ada di Kelurahan Mencirim. Pemko Binjai siap membantu para penenun ini," ucap Hedy Novria.

Harapan penenun Ulos Karo di Binjai mendapat angin segar dengan janji Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan. Mereka berharap, Ulos Karo yang mereka tenun mandiri bisa dipasa rkan lewat bantuan Pemko Binjai.

"Kita akan carikan tempat buat mereka. Mungkin Pasar Rambung masih ada tempatnya. Bahkan akan kita bantu untuk pemasarannya. Salah satunya akan kita ikutkan pameran-pameran," ungkapnya.

Hedy juga berjanji akan membantu menganggarkan bantuan untuk mesin pembuat Ulos serta peralatan lainnya. Dengan begitu kualitas Ulos Karo Karya Bunda semakin berkualitas tinggi.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved