Breaking News:

Terima Hasil Pansus Covid-19, Walkot Bobby Paparkan Kebijakan Pemkot Medan Dalam Penanganan Pandemi

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, dampak pandemi Covid-19 telah menimbulkan berbagai masalah di sektor kesehatan, perekonomian, dan sosial.

Dok. Humas Pemkot Medan
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima hasil pembahasan panitia khusus (pansus) penanganan, pencegahan, dan penyebaran Covid-19 dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Hasyim di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (29/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menerima hasil pembahasan panitia khusus (pansus) penanganan, pencegahan, dan penyebaran Covid-19 dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Hasyim.

Penyerahan hasil pembahasan tersebut turut disaksikan sejumlah pejabat, baik secara langsung maupun melalui sambungan virtual di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (29/3/2021).

Para pejabat yang hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman , Wakil Ketua dan anggota DPRD Kota Medan, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Usai menerima hasil pembahasan dari pansus, Wali Kota Medan Bobby mengatakan, World Health Organization (WHO) telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi pada awal Maret 2020.

“Adanya informasi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan status darurat kesehatan bagi masyarakat. Pasalnya, Covid-19 telah menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk di Kota Medan,” ujarnya, seperti dalam keterangan tertulis yang Tribun Medan terima, Selasa (30/3/2021).

Dampak pandemi Covid-19, lanjut Bobby, telah menimbulkan berbagai masalah di sektor kesehatan, perekonomian, dan sosial.

Untuk menangani hal tersebut, orang nomor satu se-Medan ini mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan telah mengambil langkah-langkah kebijakan. Adapun kebijakan itu, di antaranya membatasi kegiatan masyarakat dan melakukan refocusing anggaran guna penanganan Covid-19.

"Pada 2020, Pemkot Medan mengubah lima kali anggaran untuk penanganan Covid-19. Kami juga melakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) guna mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin parah,” imbuh Bobby.

Tak hanya itu, sambung dia, Pemkot Medan terus berupaya menangani Covid-19 dengan menyiapkan ruang karantina di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan Rumah Sakit (RS) Lions, serta bekerja sama dengan RS rujukan.

Bobby memaparkan, Pemkot Medan uga terus mendorong pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) melakukan penerapan 3T.

Halaman
12
Penulis: Dwi Nur Hayati (CM)
Editor: Mikhael Gewati (CM)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved