Breaking News:

Turun Rp 10 Ribu, Harga Emas Antam Terjun Bebas Jadi Rp 911 Ribu Per Gram

... turunnya harga emas ini dipengaruhi potensi pemulihan ekonomi dengan adanya vaksinasi di seluruh dunia ...

Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
Seorang warga mengambil foto harga emas Antam yang tertempel di pintu kaca Butik Emas Antam Logam Mulia Medan, Mall Centre Point, Medan, Selasa (10/11/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Selasa (30/3/2021) turun menjadi Rp 911 ribu per gram. Harga ini terjun bebas sebanyak Rp 10 ribu dibanding harga sebelumnya, seharga Rp 921 ribu.

Berdasarkan data harga dari website Logam Mulia, harga dasar emas 24 karat untuk ukuran 0,5 gram seharga Rp 505.500, ukuran 1 gram seharga Rp 911 ribu, ukuran 2 gram harga Rp 1.762.000, 3 gram harga Rp 2.618.000.

Kemudian untuk ukuran 5 gram seharga Rp 4.330.000, ukuran 10 gram harga Rp 8.605.000, ukuran 50 gram harga Rp 42.695.000, dan ukuran 100 gram harga Rp 85.312.000.

Sedangkan untuk harga buyback berada di harga Rp 794 ribu per gram, turun Rp 10 ribu dari posisi sebelumnya Senin (29/3/2021).

Baca juga: HARGA EMAS Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Tipis, 922.000 Per Gram| Cek Rincian Harga Emas

Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp 10 juta. 

Pengamat Ekonomi, Armin Nasution menilai, turunnya harga emas ini dipengaruhi potensi pemulihan ekonomi dengan adanya vaksinasi di seluruh dunia.

"Kalau kita lihat dari Februari sudah terjadi gejala penurunannya. Penurunan ini saya kira pemilik Logam Mulia sudah melihat bahwa dengan adanya vaksin di seluruh dunia yang dianggap akan berhasil, itu akan mempercepat laju perekonomian berputar. Dengan begitu mereka tak lagi investasi di emas karena dengan anggapan ketika laju ekonomi semakin membaik, maka lebih baik berinvestasi di komoditas yang perputaran lebih cepat dan menguntungkan," ungkap Armin.

Dikatakannya, harga yang sempat mencapai hampir Rp 980 ribuan ini lantaran semua pemilik modal berbondong investasi emas dibanding saham atau pun lainnya. 

Kini, setelah melihat adanya potensi perekonomian ada harapan mengalami pemulihan, para pemilik modal perlahan mulai melepas emas dan berganti ke investasi yang lain.

"Ini kan semua pemilik dana menahan diri untuk tak melakukan investasi apa pun karena ketidakpastian selama pandemi. Ketika pandemi berlangsung kan mereka ramai-ramai beli emas dibanding saham atau pasar modal. Ketika sekarang mereka perkirakan laju ekonomi makin kencang, mereka sudah saatnya melepas emas," ujarnya.

Saat ditanya mengenai kapan waktu membeli emas, Armin meminta masyarakat untuk dapat terus memantau harga emas yang diperkirakan akan perlahan mengalami penurunan.

"Jika nanti laju ekonomi akan terus bergerak stabil, saya kira harga emas masih akan terus menurun. Jadi kalau sudah semakin turun baru kita bisa membeli emas. Kalau untuk jangka panjang menabung di emas akan tetap menguntungkan. Jadi kalau masyarakat atau pemilik dana ada uang terpakai bisa menyimpan di emas karena tiap tahun pasti ada peningkatan harga," kata Armin.

Terkait harga emas, Armin memprediksi bahwa harga akan semakin menurun seiring dengan stabilnya perekonomian yang memungkinkan untuk mencapai harga Rp 700 ribu per kg. 

"Dia akan mencapai titik keseimbangan bisa saja di angkat Rp 650 ribu- Rp 700 ribu. Jika sudah berada di angka itu mungkin sudah bisa kita ancang-ancang membeli emas. Untuk saat ini masih bisa ditahan dulu beli emas karena saya lihat masih ada potensi penurunan lebih ke bawah lagi," pungkasnya.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved