Breaking News:

Bisnis Porang di Sumut Kian Menggiurkan, Bisa Raup Untung Rp 3 Miliar dalam Waktu 1,5 Tahun

Tanaman umbi porang kini menjadi komoditas ekspor menjanjikan yang menjadi populer di kalangan petani dan penanam modal. 

Penulis: Kartika Sari | Editor: Royandi Hutasoit
Kartika / Tribun Medan
Para petani Porang berfoto di ladang Porang yang berusia empat bulan di Komplek Perumahan Pondok Nusantara, Jalan Balai Desa, Patumbak, Deliserdang, Rabu (31/3/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com - Tanaman umbi porang kini menjadi komoditas ekspor menjanjikan yang menjadi populer di kalangan petani dan penanam modal. 

Petani sekaligus pakar Porang Indonesia asal Sleman, Idris Tampubolon yang diundang langsung oleh petani Porang Sumut, Edy Effendi ini mengungkapkan bahwa Sumut memiliki potensi untuk menjadi produsen nomor satu di Indonesia.

"Walaupun pengalamannya kurang, tapi petani pemula di Sumut berani untuk menanam 4 sampai 5 hektar. Saya saja tiga tahun bertani porang masih memiliki 5 hektar lebih. Ini adalah peluang kita untuk membawa konsep akal sehat ilmu pertanian sehingga saya yakin tiga tahun kedepan, Sumut bisa menjadi produsen Porang nomor 1," ungkap Idris dalam acara Forum Diskusi Petani Sumut di Komplek Perumahan Pondok Nusantara, Jalan Balai Desa, Patumbak, Deliserdang, Rabu (31/3/2021).

Dalam pemaparan Idris, petani porang memiliki potensi untuk dapat meraup penghasilan sebesar kurang lebih Rp 2 Miliar.

Dalam perhitungan biaya pengolahan lahan satu hektare diperkirakan sebesar Rp 72,6 juta, biaya pemupukan dan perawatan sebesar Rp 45,6 juta, biaya bibit dan upah tanaman sebesar Rp 163 juta, total biaya panen Rp 28 juta, dan total biaya tenaga kerja Rp 48 juta dengan total biaya satu musim sebesar Rp 357 juta.

Adapun untuk penghasilan selama dua musim (18 bulan) diantaranya hasil katak musim I Rp 300 juta, hasil katak musim II Rp 960 juta, hasil umbi basah 2 musim Rp 2 Miliar dengan total penghasilan Rp 3,34 Miliar. 

Sehingga untuk penghasilan bersih dari total penghasilan dikurangi modal sebesar Rp 2,98 miliar.

Idris menuturkan bahwa dalam menanam Porang, sangat penting bagi petani untuk memperhatikan kondisi tanah dan kandungan air di dalamnya agar Porang dapat tumbuh subur.

"Kita harus cek tanah baik itu pH tanah, zat besi hingga air karena itu akan sangat berpengaruh. Disitu kita akan memulai pupuk dasar apa yang dapat kita gunakan. Karena Porang ini harus tanah gembur dan sehat serta pH netral. Tanah di Sumut ini sangat menjanjikan," ujarnya.

Idris juga melihat potensi harga di Sumut akan menjanjikan lantaran ia memperkirakan dalam lima tahun kedepan bisnis Porang ini akan terus diserap oleh pabrik dengan harga stabil.

"Ini memang unik. Lihat harga di Sumut sekitar Rp 8 ribu per kg. Panen raya umumnya bulan 5 atau 6 malah harga disitu naik menjadi Rp 10 ribu. Ini karena pabrik di Jawa tidak menanam Porang satupun dan punya perjanjian dengan eksportir target tertentu. Jadi waktu panen raya mereka kumpul banyak-banyak sehingga target pabrik tercapai kalau tidak mereka akan kena pinalti. Jadi kita baca dalam waktu lima tahun ini saya rasa menjanjikan," tuturnya.

Hal tersebut juga ditimpali Edy, petani Porang ini mengatakan bahwa potensi panen Porang di Sumut ini besar namun kurang tersosialisasi dengan baik bagaimana pengelolaannya sehingga hampir 75 persen petani Porang mengalami kegagalan.

"Minat petani di Sumut itu tinggi sekali cuma sosialisasinya itu sangat kurang sekali bahkan bisa dibilang 75 persen petani pemula gagal untuk panen Porang tapi tidak pernah ke permukaan. Tapi kalau kita edukasi boleh dikatakan 90 persen petani akan sukses," tutur Edy.

Bahkan Edy mengatakan bahwa saat ini sudah ada 13 negara sedang menunggu hasil panen Porang dari Indonesia. Ia juga memperkirakan untuk tahun 2021 tanaman Porang akan diserbu oleh para petani untuk melakukan penanaman.

"Hilir sudah terbentuk tapi hulu belum terbentuk. Sekarang sudah ada 13 negara menunggu produksi kita tapi di Sumut masih memiliki 300 hektar lahan, itu masih sedikit. Tahun ini akan meledak karena di tahun 2020, para pebisnis masih melihat peluang Porang dan menunggu. Tapi begitu mereka melihat ini menjadi suatu potensi yang bagus, ini akan menjadi suatu potensi yang menjanjikan," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved