Samosir Dilanda Cuaca Ekstrem, Listrik Tidak Stabil hingga Pemerintah Sampaikan Peringatan Dini
Dari data yang diperoleh pihak PLN, adanya gangguan aliran listrik karena beberapa kejadiaan akibat cuaca ekstrem tersebut.
Penulis: Maurits Pardosi |
TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN – Akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Samosir, pihak PLN mengakui adanya gangguan sehingga masyarakat mengalami gangguan penerangan.
Hal ini disampaikan melalui pihak Dinas Kominfo Kabupaten Samosri pada hari ini, Rabu (31/3/2021).
“Ijin melaporkan kondisi kelistrikan Samosir dan sekitarnya. Sehubungan cuaca buruk (angin kencang atau puting beliung) mengakibatkan kondisi kelistrikan belum pulih. Dengan gangguan diantaranya (yang mengganggu penyaluran listrik),” ujar pihak PLN J Marbun melalui Dinas Kominfo Kabupaten Samosir dalam paparan tertulis yang diterima oleh Tribunmedan.id pada Rabu (31/3/2021).
Dari data yang diperoleh pihak PLN, adanya gangguan aliran listrik karena beberapa kejadiaan akibat cuaca ekstrem tersebut.
“Adanya pohon tumbang di Marlumba, Putri Lopian, Tamba, Aek Nauli, Lumbansuhi Toruan. Pohon tersebut sudah diamankan. Kedua, peralatan rusak (kabel lepas dr Pin) di beberapa lokasi; Simpang Siriaon, Simpang 4 HKBP, dan Siantinganting. Saat ini sedang dalam proses perbaikan. Ketiga, tiang tumbang di Janji Martahan, kondisinya saat ini belum diperbaiki. Keempat, trafo rusak di Bonan Dolok 1 unit dan belum diganti. Kelima, kabel dempet dan lepas dr Pin di tower TM Tano Ponggol,” sambungnya.
Lebih lanjut, pihak PLN menyampaikan rencana perbaikan. “Akan melakukan manuver penyulang secara manual dengan penjumperan kabel hantaran udara, di depan kantor PLN, Depan Bank Sumut. Tujuannya utk memulihkan sementara kelistrikan,” sambungnya.
“Kami upayakan segera menyelesaikan gangguan dan memulihkan kondisi listrik kita,” lanjutnya.
Terkait cuaca buruk ini, pihak Pemerintah Kabupaten Samosir yang ditandatangani oleh Plh Bupati Samsosir Jabiat Sagala menyampaikan surat edaran akan peringatan cuaca ekstrim di Samosir.
“Berdasarkan prakiraan curah hujan bulan Maret, April, dan Mei 2021 dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Klimatologi Deliserdang bahwa di Kabupaten Samosir mengalami sifat hujan bawah normal, normal hingga atas normal,” tulis Plh Bupati Samosir Jabiat Sagala dalam surat edaran peringatan dini cuaca ekstrem yang yang diterima Tribunmedan.id pada Rabu (31/3/2021).
“Sekaitan dengan hal tersebut, dalam upaya mengurangi resiko terjadinya bencana, maka diminta kepada saudara bersama kepala desa/ lurah agar menghimbau masyarakat untuk: melakuakan pemantauan terhadap lokasi/ daerah rawan bencana longsor dan banjir serperti curaman tebing, sungai dan jurang,” sambungnya.
Lanjutnya, masyarakat juga diminta melakukan pengawasan/ pemantauan terhadap kegiatan yang berpotensi pada alih fungsi lahan dan permukiman penduduk khususnya sempadan sungai dan tebing.
“Mengaktifkan fungsi drainase pemukiman dengan melakukan gotong royong pemerbsihan saluran air di wilayah masing-masing. Tidak bermukim di wilayah sempadan sungai baik aktif maupun yang tidak aktif. Tidak mendirikan bangunan di sekitar bantaran sungai dan daerah curaman,” lanjutnya.
Ia juga melanjutkan agar masyarakat tidak melakukan penebangan tanaman keras yang berakar kuat, penambangan pasir dan batu secara sembarangan, serta tidak membuka lahan dengan melakukan pembakaran.
Selanjutnya, ia berharap agar masyarakat melakuakn pemangkasan pohon, dahat atau ranting yang dianggap membahayakan warga dasn fasilitas umum, melakukan penanaman kembali pepohonan yang berakar kuat dan dalam agar sistem perakarannya dapat mengikat tanah.
“Selalu aktif dan tanggap terhadap benaca di daerah masing-masing serta berkoordinasi dengan BPBD serta melaporkan secara tertulis segala jenis kejadian bencana kepada Bupati Samosir,” pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cuaca-buruk-di-danau-toba_20180621_105410.jpg)