News Video

Suasana Terkini Mabes Polri Pascaserangan yang Diduga Dilakukan Teroris

Satuan pasukan Brimob bersenjata lengkap diturunkan untuk melakukan penyisiran di sekitar Mabes Polri.

TRIBUN-MEDAN.com - Terlihat penjagaan ketat diberlakukan di Mabes Polri Jakarta setelah adanya penyerangan yang diduga dilakukan teroris.

Satuan pasukan Brimob bersenjata lengkap diturunkan untuk melakukan penyisiran di sekitar Mabes Polri.

Diinfokan ada dua orang teroris yang melakukan penyerangan dan berhasil dilumpuhkan.

TERKUAK Identitas Wanita Terduga Teroris yang Serang Mabes Polri, Saksi Sebut Ada Teman Prianya 

Dari informasi yang beredar terduga teroris ini berinisial ZA (26) yang berstatus mahasiswi.

Pelaku kelahiran 1995 dalam data KK nya tinggal di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Bahkan pelaku juga anggota Perbakin yang masa berlaku kartu keanggotaanya hingga 2022.

Terduga teroris yang menyerang Mabes Polri disebut menggunakan sebuah mobil berwarna silver sebelum melakukan aksinya.

Saksi yang melihat aksi penyerangan tersebut melihat terduga teroris tersebut datang melalui pintu belakang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021).

Ari (27), seorang juru parkir di dekat Mabes Polri mengaku melihat aksi mereka.

"Yang saya lihat mereka pakai mobil," kata Ari saat ditemui di lokasi, Rabu (31/3/2021).

Ari mengaku lupa merek mobil yang digunakan terduga teroris. Namun, ia ingat warna mobil tersebut.

"Pokoknya minibus gitu, warna silver," ujar dia.

Ari yang berprofesi sebagai juru parkir mengatakan tidak melihat mobil terduga teroris masuk melalui pintu utama.

"Kayaknya dia masuk dari pintu belakang, yang dekat PUPR. Saya kan di sini (pintu utama) dari pagi, itu saya nggak lihat," tutur Ari.

Menurut dia, kedua teroris tersebut merupakan laki-laki dan perempuan.

"Ada dua yang saya lihat, laki-laki satu, perempuan satu," kata Ari di lokasi.

Namun, lanjut Ari, hanya terduga teroris perempuan yang melakukan penyerangan.

"Yang turun dari mobil si perempuannya, dia bawa senjata, cuma saya nggak tahu jenisnya apa," ujar dia.

Sementara itu, Ari menyebut terduga teroris laki-laki tidak turun dari mobil.

"Sampai sekarang masih dicari kayaknya," ucap Ari.

Ia menjelaskan, peristiwa penyerangan oleh orang tak dikenal yang diduga teroris itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Ketika itu, Ari yang berpofesi sebagai tukang parkir sedang memindahkan mobil milik anggota Polri.

Mobil tersebut terparkir tepat di depan Mabes Polri.

Tak lama kemudian, ia mendengar suara tembakan dari area parkir Mabes Polri.

"Setelah tembakan pertama, saya keluar dari mobil. Itu saya lihat langsung terorisnya," ujar Ari saat ditemui di lokasi.

Menurut Ari, terduga teroris itu merupakan seorang perempuan.

Ia juga membawa senjata api.

"Dia sempat nembak dua sampai tiga kali di parkiran," ujar dia.

Setelah itu, sambungnya, terduga teroris tersebut lari ke arah lobi utama Mabes Polri.

"Kejar-kejaran tuh dari parkiran sampai lobi. Nah kenanya di dekat lobi si terorisnya," ucap Ari.

Terduga teroris itu pun ambruk terkena timah panas yang ditembakkan polisi.

Hingga saat ini, area Mabes Polri masih dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Selain itu, polisi juga melakukan penyisiran di sekitar Mabes Polri.

Sebelumnya,  pasangan suami istri (pasutri) Muh Lukman HS/Lukman (26) dan istrinya Yogi Sahfitri Fortuna (YSF), melakukan serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021.

Namun sekuriti gereja Kosmas berhasil menahan motor yang ditumpangi kedua pelaku hingga bom yang mereka bawa meledak dan menewaskan pasutri ini.

Bahkan jasad pasutri ini tidak utuh, kepala pelaku ditemukan di atap bangunan di samping gereja.

Kosmas terluka dan kini kondisinya membaik.

Pascabomgereja Makassar, Densus 88 meringkus sejumlah teroris di pelbagai daerah di Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved