Breaking News:

Antisipasi Teror di Sumut

Cara Gereja Katolik di Balige Melaksanakan Ibadah di Tengah Pandemi Covid-19, Jemaat Diberi Kartu

Gereja Katolik Santo Yosef di Balige tetap melaksanakan ibadah Tri Hari Paskah dengan cara yang cukup baik antisipasi penyebaran Covid-19

TRIBUN MEDAN/MAURITS
Gereja Santo Yosef di Balige tetap melaksanakan peribadahan Hari Tri Paskah, Kamis (1/4/2021).(TRIBUN MEDAN/Maurits) 

TRIBUN-MEDAN.com,BALIGE–Gereja Katolik Santo Yosef di Balige tetap melaksanakan ibadah Tri Hari Paskah meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Karena saat ini masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas yang berkerumun, maka pihak gereja menerapkan jaga jarak bagi jemaat yang ingin ikut berdoa.

Menurut Vikaris Episcopal Santo Philiphus dan Thomas Rasul Pastor Ambrosius Nainggolan, nantinya setiap umat yang akan mengikuti acara harus memperlihatkan kartu kepada petugas yang telah dikhususkan.

Baca juga: Antisipasi Teror, Pengurus Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Pasar Merah Larang Jemaat Bawa Tas

Petugas tersebut akan berada di pintu masuk dan melihat jumlah umat yang datang, sesuai batasan optimal di masa pandemi Covid-19.

“Kalau kapasitas ruangan ini sebanyak 600 orang biasanya. Tetapi sudah pandemi ini, kami menggunakan kartu dan menerapkan jaga jarak. Jadi hanya 150 orang saja," kata Vikaris Episcopal Santo Philiphus dan Thomas Rasul Pastor Ambrosius Nainggolan, Kamis (1/4/2021).

Dia mengatakan, bagi jemaat yang nantinya datang namun tidak kebagian kursi, tentu diminta untuk bersabar.

Pihak gereja akan menambah jadwal kegiatan ibadah atau misa untuk merayakan Tri Hari Paskah sejak hari ini, kamis (1/4/2021) hingga Minggu (4/4/2021) nanti.

Baca juga: Fakta Pasutri Bomber Gereja Katedral Lukman dan Yogi Sahfitri Tinggalkan Wasiat dan Reaksi Keluarga

Penambahan jadwal misa tersebut dilakukan di setiap paroki hingga ke stasi-stasi.

“Persentase umat yang bisa datang selama masa pandemi Covid-19 ini hanya bahkan tidak sampai 20 persen saja. Tapi untuk mengatasi itu, kita tambahlah jadwal untuk Tri Hari Paskah ini,"

"Jadi, misalkan yang selama ini Hari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci atau Malam Paskah, hingga Hari Paskah jadwalnya hanya sekali, sekarang ditambah jadwalnya,"

"Bahkan di kota-kota besar, jadwal peribadatan dua kali kini harus empat kali,” kata Pastor Ambrosius.

Baca juga: TERUNGKAP Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar adalah Suami-istri Baru 6 Bulan Menikah

Sebagai daerah lintas, ia mengatakan bahwa jumlah tamu yang datang saat misa sedang berlangsung tidak mengalami pertumbuhan jumlah, bahkan tidak ada selama pandemi Covid-19. 

Sebab, ia menjelaskan bahwa gereja tersebut kerap mendapat kunjungan secara khusus masa-masa libur dan perayaan-perayaan besar, seperti Natal dan Paskah.

“Secara umum untuk gereja, jumlah orang yang datang itu tidak banyak, bahkan tidak ada. Hal ini berbeda dengan tempat wisata yang tetap mendapat kunjungan. Kalau untuk ke gereja, tidak ada yang datang sebagai tamu saat perayaan, karena kalau kita di sini juga sudah ditentukan siapa yang bisa masuk gereja dengan menggunakan kartu,” terangnya.(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved