Breaking News:

Film A Thousand Midnights In Kesawan Sudah Launching, Ini Bocoran dari Sutradara Djenni Buteto

Film A Thousand Midnights In Kesawan yang mengangkat tema tentang ikon bersejarah Kota Medan, khususnya Kesawan, tak lama lagi segera dirilis.

Tribun-Medan.com/Kristen Edi Sidauruk
Launching Film A Thousand Midnights In Kesawan di Literacy Coffee, Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (31/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Edi Sidauruk

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Film A Thousand Midnights In Kesawan yang mengangkat tema tentang ikon bersejarah Kota Medan, khususnya Kesawan, tak lama lagi segera dirilis.

Film garapan sutradara Djenni Buteto yang bekerja sama dengan Institut Sumatera ini sudah menggelar launching trailer di Literacy Cofee Jalan Jati II, Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan pada Rabu (31/3/2021).

Djenni Buteto pun membocorkan sedikit tentang film berdurasi 85 menit yang bakal resmi tayang perdana pada Juni 2021 mendatang.

Kata Djenni Buteto, A Thousand Midnights In Kesawan didesain dengan selera anak muda. Sehingga penonton tidak akan merasa bosan.

"Genre yang utama drama tapi ada balutan horor, romance komedi, dan trailer. Kenapa kita mengambilnya karena kita memikirkan segmennya tentang anak muda, yang sukanya ada horor, romance dan trilernya,” kata Djenni.

Baca juga: Syamsul Arifin Muncul Jadi Penawar Tertinggi Lelang Buku ‘Lapangan Merdeka’, Gelontorkan Rp 20 Juta

Baca juga: Hotma Sitompul Seolah-olah Romantis, Ngaku tak Pernah Bosan, Habiskan Waktu di Kamar Bersama Desiree

Ia menambahkan film ini mengisahkan tentang dua anak muda yang terjebak di Kesawan.

Setelah berkeliling di kawasan bersejarah Kota Medan tersebut, keduanya berpikir tentang lupa masa lalu dan masa depan.

“Mulai ada kejadian-kejadian yang membuat mereka teringat lagi masa lalunya. Akhirnya mereka cari tahu seperti apa masa lalunya," kata Djenni.

Baca juga: UPDATE Transfer - Lini Pertahanan jadi Sorotan, Manchester United Siap Boyong Bek Baru Asal Italia

Baca juga: DULU Hotma Sitompul Pamer Sikap Romantis:Tidak Bisa Berjauhan dengan Desiree Meski Cuma Sebentar

Memilih Kesawan sebagai tempat syuting, sambung Djenni, karena memiliki nilai sejarah dan sebagai ikon Kota Medan.

"Paling ikonik itu kan Kesawan. Alasan pribadinya, kadang aku pulang dari Literacy Coffee ini kadang pukul satu atau dua malam naik ojek online, sangat berbeda atmosfernya ketika siang yang macam pasar dan sangat ramai. Tapi kalau malam jadi seolah kita berada di dimensi Medan yang lain, bersih dan tidak ada kerumunan. Baru kelihatan gedungnya bagus-bagus dan itu yang membuat Medan dijuluki Paris Van Sumatera," tambah Djenni.

Baca juga: Mabuk Tuak Berujung Bunuh Teman, 3 Pelaku Peragakan 20 Adegan Pembunuhan Matius Sembiring di Balige

Baca juga: Ambulans Tak Bisa Starter, Petugas Medis Tak Ada, Pasien Sekarat Terlantar di Puskesmas Bakkara

Ia berharap Film A Thousand Midnights In Kesawan akan menjadi suatu ikon baru di Sumatera.

Apalagi Kesawan saat ini menjadi lokasi sorotan publik setelah Wali Kota Medan Bobby Nasution menggulirkan program Medan The Kitchen of Asia.

“Walaupun dengan konsep yang berbeda tetapi tetap memanfaatkan Kesawan itu sebagai icon Kota Medan," ujar Djenni.

(cr6/tribun-medan.com)

Penulis: Kristen edi sidauruk
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved