Breaking News:

Kunker ke Kecamatan Medan Baru, Kahiyang Tinjau Pelayanan Kesehatan hingga Produk UMKM

Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu meninjau pelayanan kesehatan dan pembuatan berbagai produk oleh UMKM di Kecamatan Medan Baru.

DOK. Humas Pemkot Medan
Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu saat melakukan kunker ke Kecamatan Medan Baru, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Keseahteraan Keluarga (PKK) Kota Medan Kahiyang Ayu melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kecamatan Medan Baru, Rabu (31/3/2021).

Kunker ini dilakukan dalam rangka Pembinaan Kelembagaan PKK dan 10 Program Pokok PKK serta usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Kahiyang hadir didampingi Wakil Ketua TP PKK Shaula Arindianti dan Wakil Ketua I Ismiralda di Jalan Jamin Ginting Gg, Dipanegara No 34, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Edliaty Siregar, Kadis Pendidikan Adlan, Camat Medan Baru Illyan Chandra Simbolon, dan Ketua TP PKK Kecamatan Medan Baru Sah Usir Sitinjak Illyan Chandra.

Sejumlah agenda dilakukan dalam kunker tersebut, di antaranya meninjau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test di rumah IVA Test Ceria.

Dalam peninjauan tersebut, Kahiyang melihat langsung warga yang tengah mendapatkan pelayanan kesehatan sebelum menjalani IVA test.

Inspeksi Visual Asam Asetat itu merupakan prosedur yang dilakukan sebagai bentuk deteksi dini kanker serviks dan hanya bisa dilakukan dokter kandungan atau tenaga kesehatan lain yang kompeten agar penegakan diagnosisnya tidak keliru.

Kahiyang pun sempat berbincang dengan tenaga medis dan warga di sana. Kepada warga, dia meminta agar rutin mengikuti IV A agar penyakit dalam tubuh dapat terdeteksi dini.

"Semoga dengan pemeriksaan ini para wanita dan ibu-ibu bisa terhindar dari kanker, terutama kanker payudara dan kanker rahim. Selain itu saya mengingatkan agar dapat mentaati protokol kesehatan," harapnya dalam keterangan tertulisnya.

Peninjauan produk UMKM

Kemudian, Kahiyang dan rombongan meninjau pembuatan daur ulang sampah menjadi produk jadi berupa tas, sepatu, dan karpet yang berada di depan rumah IVA Test Ceria.

Istri Wali Kota Medan Bobby Nasution itu juga melihat langsung proses pembuatan bros (aksesoris jilbab) dari kain flanel.

Ketika meninjau pembuatan daur ulang sampah dan pembuatan bros, Ketua TP PKK mengapresiasi kreatifitas yang dibuat warga di Kecamatan Medan Baru.

Dia berharap, kerajinan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi produk yang memiliki nilai jual sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.

Selanjutnya, TP PKK Kota Medan dan rombongan melihat produk Hasil UMKM binaan TP PKK Kecamatan Medan Baru.

Dari beberapa produk UMKM, Kahiyang juga membeli produk tersebut. Dia berharap, ke depannya hasil UMKM dari 21 Kecamatan ini akan dikembangkan dan dibantu pemasarannya guna dapat meningkatkan perekonomian warga.

Pada kesempatan tersebut, putri dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu juga memberikan makanan tambahan bagi anak-anak PAUD Bougenville.

Sebagai bentuk terima kasih salah, satu anak pendidikan anak usia dini (PAUD) membacakan puisi untuk Kahiyang. Diharapkan, makanan tambahan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak PAUD guna menjadi generasi yang cerdas.

Pemasaran produk UMKM

Sebelum mengakhiri kunkernya, Kahiyang menggelar ramah tamah dan diskusi dengan pengurus TP PKK Kecamatan Medan Baru.

Dalam sesi tersebut, Sekretaris TP PKK Kecamatan Medan Baru Novia berharap Kahiyang dapat membantu pemasaran produk UMKM.

Kahiyang menjelaskan, dia juga merupakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, sehingga pihaknya berencana akan membuka gerai UMKM di Kantor TP PKK Kota Medan.

Menurutnya, hal tersebut adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk memajukan dan memasarkan produk para pelaku UMKM di Kota Medan.

“Nantinya seluruh Produk UMKM dari 21 Kecamatan dapat dipasarkan di gerai tersebut,” terangnya.

Kahiyang juga menjelaskan, mengingat gerai di kantor TP PKK yang tidak begitu luas, nantinya setiap kecamatan akan secara bergantian menampilkan dan memasarkan produk UMKM.

"Kita buat bergantian dan bagi dua Kecamatan yang dapat memasukkan Produk UMKM ke Gerai PKK dengan waktu satu bulan," ujarnya.

Selain itu, Kahiyang juga menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan waralaba minimarket agar dapat menampung 20 persen produk lokal dari pelaku UMKM di Kota Medan.

Nantinya, hasil dan pengemasan produk akan disesuaikan dengan standar nasional sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Oleh karenanya, dia meminta para pelaku UMKM harus siap mendapatkan pembinaan dari Pemkot Medan khususnya dinas terkait.

“Nantinya UMKM dapat meletakkan produknya di Alfamart dan Indomaret yang ada di masing-masing Kecamatan," jelasnya.

Penulis: Inang Jalaludin Shofihara (CM)
Editor: Amalia Purnama Sari (CM)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved