Breaking News:

Khazanah Islam

Penjelasan Hadist Hukum Berpuasa Setelah Nisfu Syaban, Serta Amalan Sunnah di Bulan Syaban

Syaban hari pengampunan pada malam Nisfu Syaban tepatnya pada tanggal 15 Syaban malam.

Nu.go.id
Penjelasan Hadist Hukum Berpuasa Setelah Nisfu Syaban, Serta Amalan Sunnah di Bulan Syaban 

TRIBUN-MEDAN.com - Bulan Syaban merupakan bulan dimana Rasulullah melakukan paling banyak puasa.

Dan dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah.

Syaban hari pengampunan pada malam Nisfu Syaban tepatnya pada tanggal 15 Syaban malam.

Sehingga banyak umat Islam mengisinya dengan berdoa, baca yasin 3 kali dan sebagainya.

Sedangkan pada hari setelah nisfu syaban ulama menyebutnya sebagai Yaumul Syak atau hari ragu-ragu.

Beberapa keterangan dari hadis menyebutkan adanya larangan untuk berpuasa pada hari Syak atau setelah nisfu syaban.

Namun di hadis lainnya puasa di yaumul Syak diperbolehkan dengan sejumlah catatan.

Baca juga: Bacaan Doa dan Zikir yang Selalu Dipanjatkan Nabi Isa Tiap Pagi, Lengkap Dengan Keutamaannya

"Janganlah kalian mendahului Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari, melainkan seseorang yang terbiasa berpuasa, maka berpuasalah."

"Artinya, puasa setelah setengah Syahban diperbolehkan bagi mereka yang sudah terbiasa puasa. Seperti mereka yang terbiasa puasa Senin-Kamis atau menjalani Puasa Daud," 

Puasa setelah Nisfu Syaban, dan dalam riwayat al-Bukhari, Nabi juga melarang puasa dua atau tiga hari sebelum Ramadan.

Syekh Wahbab al-Zuhaili dalam Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan:

Halaman
1234
Editor: Azis Husein Hasibuan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved